INDORAYA – Untuk menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026, Jawa Tengah menyiagakan sebanyak 28.980 personel.
Jumlah personel tersebut terdiri dari 22.000 anggota Polri, 1.189 personel TNI, serta 5.111 personel dari instansi terkait lainnya. Sementara, jumlah pemudik yang akan masuk ke Jawa Tengah diperkirakan sekitar 17,3 juta orang.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan koordinasi lintas sektor dilakukan agar seluruh daerah memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik.
“Rapat lintas sektoral ini untuk menyamakan persepsi dalam rangka kesiapan arus mudik dan balik. Diprediksi tahun ini ada sekitar 17.300.000 pemudik akan masuk tumplek blek ke wilayah Jawa Tengah,” katanya saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bersama bupati dan walikota beserta Forkopimda se-Jateng di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Senin (9/3/2026).
Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, serta jajaran Forkopimda. Dalam pertemuan itu dibahas kesiapan berbagai sektor, mulai dari sarana dan prasarana transportasi, ketersediaan bahan pokok, hingga mitigasi wilayah rawan bencana.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Jateng telah menyiapkan sejumlah posko pengamanan dan pelayanan, antara lain Posko Terpadu di Kantor Dinas Perhubungan Jawa Tengah, posko kewilayahan di enam Balai Pengelola Sarana Prasarana Perhubungan Wilayah, serta posko di 23 terminal tipe B.
Selain itu, patroli mobile juga akan dilakukan di titik-titik rawan kemacetan seperti kawasan wisata, pusat keramaian, dan pasar tumpah. Pemerintah juga menambah 10 titik CCTV, memasang rambu lalu lintas portabel, melakukan ramp check kendaraan angkutan umum, serta menyiapkan jalur alternatif bagi pemudik.
Luthfi menambahkan, perbaikan jalan berlubang dan pemasangan rambu lalu lintas serta penerangan jalan juga terus dipercepat untuk memastikan kondisi jalan aman dilalui pemudik.
Di sektor kebutuhan pokok, pemerintah daerah diminta terus mengintensifkan operasi pasar serta pengawasan dari Satgas Pangan guna menjaga stabilitas harga dan mencegah penimbunan barang.
“Operasi pasar kita perbanyak, saat ini sudah sampai sekitar 300-an kegiatan dilakukan di seluruh kabupaten/kota,” paparnya.
Sementara itu, untuk menjamin kelancaran pasokan energi, pemerintah memastikan stok elpiji, bahan bakar minyak (BBM), dan listrik dalam kondisi aman. Pertamina telah menyatakan stok BBM dan elpiji mencukupi selama periode Lebaran, sementara PLN juga telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan distribusi listrik serta fasilitas pengisian kendaraan listrik.
“Gas cukup. Saya ingatkan masyarakat untuk tidak panic buying, nggak usah latah, nggak usah kemrungsung. Stok bbm sangat cukup, kemarin Gus Yasin sudah mengecek ke lapangan, perwakilan Pertamina menyampaikan stok cukup untuk 2 bulan ke depan,” katanya.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang mungkin terjadi selama masa libur Lebaran.
Di sisi pengamanan, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menyampaikan bahwa sebanyak 28.980 personel akan disiagakan untuk menjaga keamanan arus mudik dan balik Lebaran.
Personel tersebut terdiri dari 22.000 anggota Polri, 1.189 personel TNI, serta 5.111 personel dari instansi terkait lainnya.
Puluhan ribu personel tersebut akan disebar di berbagai objek vital di Jawa Tengah, seperti pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun, tempat wisata, hingga rumah ibadah.
“Ada sekitar 134 pusat perbelanjaan, 45 terminal, 23 pelabuhan, 18 pelabuhan perikanan, 16.300 masjid, 224 objek wisata, 48 stasiun. Kemudian ada 153 pospam, 78 posyan, dan 31 pos terpadu,” bebernya.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap arus mudik dan balik Lebaran di Jawa Tengah dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.


