Jateng Kirim 9 Tenaga Kesehatan ke NTT, Dokter Ortopedi Ikut Disiapkan

Selain logistik, Pemprov Jateng juga mengerahkan sembilan tenaga kesehatan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu penanganan warga yang terdampak gempa bumi. (Foto: Dickri Tifani Badi/INDORAYA)

INDORAYA – Provinsi Jawa Tengah mengirim sembilan tenaga kesehatan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu penanganan warga terdampak gempa. Selain tiga dokter umum dan enam perawat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng juga menyiapkan dokter spesialis ortopedi untuk memperkuat penanganan cedera akibat bencana.

Kepala Dinkes Jateng, Zulfachmi Wahab mengatakan, sembilan tenaga kesehatan tersebut akan diberangkatkan secara bertahap dalam tiga kloter.

“Tiga dokter Umum dan enam perawat itu, kami bagi dalam 3 kloter,” kata Zulfachmi kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).

Menurut Zulfachmi, kebutuhan dokter spesialis juga menjadi perhatian dalam penanganan korban gempa. Dokter spesialis ortopedi atau ahli bedah tulang dinilai relevan untuk membantu menangani korban yang mengalami cedera akibat gempa.

“Untuk kebutuhan dokter ahli, kalau kejadian gempa adalah dokter bedah tulang. Ini segera kami koordinasikan dengan Dinkes NTT terkait petunjuk Pak Gubernur tentang tim speling,” ucapnya.

Pengiriman tenaga medis tersebut menjadi bagian dari dukungan Jateng terhadap penanganan warga terdampak gempa di NTT. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi sebelumnya memastikan bantuan yang dikirim tidak hanya berupa kebutuhan logistik, tetapi juga tenaga medis.

“[Dokter speling dikirim?] Sudah, sudah dikoordinasi dinas terkait [Dinkes Jateng],” kata Luthfi seusai pelepasan 10 truk bantuan ke NTT di Lapangan Simpang Lima Semarang, Senin (17/8/2026).

Selain tenaga kesehatan, Pemprov Jateng juga mengirim bantuan logistik menggunakan 10 armada yang terdiri atas enam truk, dua mobil double cabin, dan dua sepeda motor. Pengiriman tersebut melibatkan 16 personel gabungan.

Bantuan yang dikirim mencakup 3.795 paket kebutuhan pangan, antara lain empat ton beras, makanan siap saji, biskuit, sembako, hingga obat-obatan.

Untuk kebutuhan sandang dan keluarga, terdapat 1.115 paket yang berisi matras, selimut, kasur lipat, sarung, handuk, daster, family kit, serta popok bayi dan dewasa.

Sementara itu, 6.587 paket lainnya disiapkan untuk kebutuhan tempat tinggal dan perlengkapan penunjang. Bantuan tersebut meliputi terpal, tenda gulung, tenda keluarga, perlengkapan dapur lapangan, lampu darurat, lampu darurat, serta perlengkapan kebersihan.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian Jateng terhadap warga NTT yang terdampak bencana.

“Kepada saudara-saudara di NTT, kalian tidak sendirian. Kami, kontingen dari Jawa Tengah, siap membantu dan mengulurkan tangan untuk menyembuhkan luka-luka saudara kita di sana,” imbuh Bergas.