INDORAYA – Serangan rudal yang diluncurkan Iran kembali menghantam wilayah Israel, menandai eskalasi konflik yang terus berlanjut di Timur Tengah. Serangan terbaru terjadi pada Sabtu (28/3), menyasar kawasan permukiman di desa Eshtaol, dekat Beit Shemesh.
Akibat serangan tersebut, sebanyak 11 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Serangan ini juga menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan dan kendaraan di lokasi kejadian.
Berdasarkan laporan AFP, rudal yang menghantam kawasan tersebut menimbulkan ledakan besar hingga menciptakan kawah di titik benturan. Puing-puing beton dan logam berserakan, sementara beberapa rumah mengalami kerusakan berat.
Petugas penyelamat dan pasukan keamanan terlihat bekerja di lokasi, termasuk di sebuah rumah yang atapnya hancur total dan hanya menyisakan kerangka bangunan.
Komandan Komando Pertahanan Dalam Negeri militer setempat, Ohad Moyal, memastikan bahwa serangan tersebut merupakan serangan langsung dari Iran.
“Itu adalah serangan langsung oleh rudal Iran,” kata Ohad Moyal kepada AFP di lokasi. “Banyak bangunan yang terkena.”
Pihak militer Israel juga mengonfirmasi bahwa serangan tersebut berasal dari rudal Iran. Juru bicara militer, Nadav Shoshani, turut membagikan video kondisi lokasi serangan.
“Sebuah rumah keluarga di Eshtaol — hancur oleh rudal Iran”.
Konflik di kawasan Timur Tengah sendiri telah berlangsung sejak 28 Februari 2026, dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Sejak itu, Iran terus melancarkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone ke berbagai target, termasuk Israel dan negara lain di kawasan.
Di tengah gempuran tersebut, Iran menunjukkan bahwa kapasitas militernya masih kuat. Bahkan pada Kamis sebelumnya, Iran dilaporkan mampu meluncurkan 15 rudal balistik dan 11 drone ke Uni Emirat Arab.
Selain itu, Iran juga memperlihatkan kemampuan baru dengan meluncurkan rudal jarak jauh yang menargetkan pangkalan militer AS-Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia.
Seorang pejabat senior Amerika Serikat menyebut bahwa sulit untuk memperkirakan secara akurat jumlah persediaan rudal Iran, terutama karena sebagian disimpan di bunker bawah tanah yang tidak mudah terdeteksi.




