Heri Pudyatmoko: Pendidikan Perempuan Kunci Tumbuhkan Kualitas Keluarga, Masyarakat dan Generasi Mendatang

Wakil Ketua DPRD Jateng Heri Pudyatmoko

INDORAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menekankan pentingnya pendidikan bagi perempuan sebagai salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas keluarga, masyarakat, hingga generasi mendatang.

Menurut Heri, perempuan yang memiliki akses pendidikan tidak hanya memperoleh bekal untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan ekonomi. Lebih dari itu, pendidikan berperan penting dalam membentuk cara berpikir, memperluas wawasan, serta meningkatkan kemampuan perempuan dalam mengambil keputusan di berbagai aspek kehidupan.

“Pendidikan bagi perempuan tidak semata-mata berbicara tentang bagaimana setelah lulus kemudian harus bekerja. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana pendidikan itu membentuk pola pikir, memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas diri,” kata Heri.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam kehidupan keluarga. Berbagai keputusan penting dalam rumah tangga, mulai dari pendidikan anak, pengelolaan ekonomi keluarga, hingga pembentukan nilai dan karakter generasi, tidak lepas dari peran perempuan.

Karena itu, peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi perempuan akan memberikan dampak yang lebih luas. Tidak hanya bagi individu yang menempuh pendidikan, tetapi juga bagi lingkungan di sekitarnya.

“Ketika perempuan memiliki pendidikan yang baik, daya pikirnya akan semakin berkembang. Dampaknya tentu akan dirasakan dalam keluarga, kemudian meluas ke masyarakat, bahkan sampai kepada kualitas generasi yang akan datang,” ujarnya.

Heri menilai, pendidikan menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia. Sebab, perempuan yang memiliki pengetahuan dan wawasan luas diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam membentuk keluarga yang kritis, terbuka dan memiliki kemampuan mengambil keputusan secara lebih baik.

Ia menegaskan, pandangan mengenai pendidikan perempuan juga tidak boleh dibatasi hanya pada orientasi ekonomi atau dunia kerja. Setiap perempuan, menurutnya, memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi, memperluas pengetahuan, serta meningkatkan kapasitas dirinya.

“Jangan sampai pendidikan perempuan hanya dipandang dari sisi, setelah sekolah lalu bekerja dan menghasilkan uang. Pendidikan itu juga membangun manusia. Membangun cara berpikir, membangun kepercayaan diri, membangun kemampuan melihat persoalan dan menentukan pilihan,” tegasnya.

Meski demikian, Heri tidak menampik bahwa peningkatan pendidikan perempuan juga dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi. Perempuan dengan pengetahuan, keterampilan dan kapasitas yang baik memiliki peluang lebih besar untuk berkontribusi terhadap penguatan ekonomi keluarga maupun masyarakat.

“Perempuan bisa berkontribusi di mana saja, baik di keluarga, masyarakat, dunia usaha, pendidikan, maupun bidang-bidang lainnya. Tetapi yang utama adalah memberikan kesempatan kepada perempuan untuk tumbuh dan mengembangkan potensinya,” katanya.

Menurutnya, perempuan yang berpendidikan akan memiliki bekal lebih baik dalam mendampingi dan membentuk generasi penerus. Pengetahuan yang dimiliki tidak hanya berhenti pada diri sendiri, tetapi dapat diteruskan dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sosial.

“Pendidikan itu efeknya bisa berantai. Ketika satu perempuan mendapatkan kesempatan untuk berkembang, pengetahuan dan pola pikirnya bisa membawa pengaruh bagi anak-anaknya, keluarganya dan lingkungannya,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Jateng yang akrab disapa Heri Londo itu pun mendorong agar kesempatan pendidikan bagi perempuan terus diperluas.

Menurutnya, pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat perlu bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung perempuan untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

“Karena perempuan yang memiliki pengetahuan dan daya pikir yang kuat akan ikut menentukan seperti apa kualitas keluarga, masyarakat dan generasi kita di masa depan,” pungkasnya. [ADV]