Heri Pudyatmoko Apresiasi Gerakan Pangan Murah Pemprov Jateng: Harus Lebih Dimasifkan Lagi

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko

INDORAYA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Heri Pudyatmoko mengapresiasi gerakan pangan murah yang rutin digelar Pemerintah Provinsi Jateng bersama pemerintah kabupaten/kota. Heri mengatakan, kegiatan semacam ini harus dipertahankan dan dimasifkan lagi.

Menurutnya, gerakan pangan murah yang digelar pemerintah daerah membantu masyarakat dalam memperoleh bahan pangan murah. Hal itu juga membantu mencukupi ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.

“Kami di jajaran legislatif mengapresiasi langkah dan upaya pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan bahan pangan dengan harga yang terjangkau melalui gerakan pangan murah,” kata Heri.

Dia mengatakan, gerakan pasar murah menjadi langkah yang penting untuk mengantisipasi potensi inflasi. Menurut Heri, gerakan pangan murah menjadi salah satu tindakan konkret yang dilakukan pemerintah untuk meredam laju inflasi.

“Kegiatan ini juga bertujuan mengendalikan tingkat inflasi. Penyelenggaraan pasar murah seperti ini akan membantu menstabilkan harga-harga di pasar dan mengurangi tingkat inflasi,” ungkap politikus Partai Gerindra tersebut.

Lebih lanjut, dia mendorong gerakan pangan murah yang sepanjang tahun 2023 ini digelar sebanyak 409 kali terus dimasifkan lagi. Diharapkan gerakan pangan murah dapat mendongkrak stabilitas harga sehingga daya beli masyarakat dapat menjangkau kebutuhan bahan pangan pokok.

“Saya harap gerakan ini terus dimasifkan lagi dengan harapan dapat menyasar masyarakat yang membutuhkan. Saya juga harap masyarakat bisa memanfaatkan momen ini dengan baik,” tandas Heri.

Diketahui sepanjang tahun 2023, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) bersama pemerintah kabupaten/kota sudah menghelat sebanyak 409 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai tempat. Omzet dari program ini bahkan sudah menembus Rp 27,5 miliar.

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana mengatakan, kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada tahun ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2022 lalu, kegiatan GPM dilakukan sebanyak 180 Kali dengan omzet Rp 8,6 miliar.

“Jawa Tengah kan salah satu lumbung pangan nasional. Produksi padinya melimpah. Sumber pangan lokal juga melimpah. Ini yang terus kami genjot produktivitasnya sebagai langkah mendukung upaya Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” ungkapnya.

Nana Sudjana mengatakan, GPM dilakukan untuk menyediakan pangan dengan harga terjangkau atau di bawah harga pasar. Gerakan ini dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan Jateng pemerintah daerah di 35 Kabupaten/Kota.

Gerakan ini juga berkolaborasi dengan sejumlah stake holder. Mulai dari BUMN seperti BULOG, RNI, PPI), BUMD (PT. JTAB), Badan Usaha Milik Petani (BUMP), Poktan, Gapoktan dan pelaku usaha lainnya.

“Ini akan kami lakukan secara berkelanjutan secara bersama untuk memberikan akses pangan yang dapat dijangkau oleh masyarakat,” ungkap Nana.