Gambar Bocah 4 Tahun Jadi Desain Kaos Latihan Paskibra Kecamatan Welahan Jepara

Date:

INDORAYA – Ada yang berbeda dari kaos latihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, tahun ini.

Di bagian belakang kaos yang dikenakan 90 anggota Paskibra, terpampang gambar sederhana karya seorang bocah berusia 4,5 tahun yang menampilkan suasana rumah dan pemandangan khas pedesaan.

Gambar tersebut merupakan hasil karya Dirga Tama Arrasya, siswa Kelompok Bermain (KB) Genius Kids, Desa Kendeng Sidialit, Kecamatan Welahan. Desain kaos latihan itu resmi diluncurkan Pemerintah Kecamatan Welahan di Kantor Kecamatan, Selasa (4/8/2026).

Karya Dirga dicetak pada bagian belakang kaos dengan dominasi warna kuning yang dipadukan dengan nuansa merah dan putih sebagai identitas seragam latihan Paskibra.

Dalam gambar tersebut, Dirga menuangkan pemandangan di sekitar rumahnya. Terlihat ilustrasi rumah, matahari, awan, pepohonan, serta halaman rumah yang digambar menggunakan warna-warna cerah khas anak-anak.

Camat Welahan, Suhadi, mengatakan karya Dirga dipilih sebagai desain kaos latihan Paskibra sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya yang berhasil meraih juara I lomba menggambar tingkat Kabupaten Jepara.

“Kemarin lomba Juara 1 tingkat kabupaten. Bentuk apresiasi anaknya, menumbuhkan rasa patriotisme mulai dari anak-anak,” terangnya.

Menurut Suhadi, peringatan Hari Kemerdekaan tidak hanya identik dengan kegiatan seremonial. Momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan ruang kepada anak-anak agar berani mengekspresikan kreativitas dan bakat yang dimiliki.

“Ini sebagai bentuk pendampingan ke anak-anak agar lebih berkarya,” ujarnya.

Sementara itu, ibu Dirga, Wulan Murni (32), mengaku bangga sekaligus terharu saat mengetahui gambar putranya dipilih menjadi desain kaos latihan Paskibra Kecamatan Welahan.

Ia bercerita, Dirga mulai menunjukkan ketertarikan menggambar sejak berusia sekitar dua tahun. Berawal dari coretan menggunakan krayon, bakat tersebut terus diasah melalui pendampingan orang tua.

“Suka gambar sejak kecil, sejak 2 tahun. Pakai krayon, diasah jadi bisa. Saya hanya mendampingi, anak yang siap belajar,” ucapnya.

Sebelumnya, Dirga berhasil meraih juara I lomba menggambar tingkat Kecamatan Welahan pada 21 Juli 2026, kemudian kembali meraih juara I pada tingkat Kabupaten Jepara dua hari berselang.

Wulan berharap bakat yang dimiliki putranya terus berkembang dan menjadi bekal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan.

“Semoga semakin berbakat, semakin cerdas, dan bisa membanggakan orang tua,” harapnya.

Dirga yang kini duduk di Kelompok Bermain Genius Kids Kendeng Sidialit mengaku senang karena hasil gambarnya dipakai sebagai desain kaos latihan Paskibra.

“Ada rumah, awan, sama matahari. Itu gambar rumahku,” ucapnya singkat.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Berawal dari Konten Edukasi Kecantikan, Dua Dokter di Semarang Hadapi Kasus Hukum

Konten edukasi mengenai kecantikan dan perawatan kulit yang dibuat dua selebgram asal Kota Semarang, dokter Mufida Rizqiani Husna dan Ari Kurniawan alias Ari PM, berujung pada persoalan hukum. Keduanya kini terseret kasus dugaan pencemaran nama baik dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Hampir 80 Persen Mata Air Muria Kering, Pemprov Jateng Siapkan Rorak sebagai Solusi Cepat

Hampir 80 persen dari 116 titik mata air di kawasan Gunung Muria dalam kondisi kering atau mati. Untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan itu sekaligus menekan ancaman banjir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan pembangunan rorak atau lubang resapan air di kawasan hutan.

Progres Baru 46 Persen, Gus Yasin Minta Talud Colo Kudus Rampung Sebelum 15 Desember

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta kontraktor menyelesaikan pembangunan talud di ruas Kudus-Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, paling lambat 15 Desember 2026.

Buruh Jateng Desak UMP 2027 Sesuai KHL, Minta Upah Sektoral Diperluas

Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJaT) mendesak Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menetapkan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2027 sesuai kebutuhan hidup layak (KHL).