Erick Thohir Ingatkan Supoter RI: Jika Rusuh, Dihukum FIFA

Date:

INDORAYA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, meminta kepada seluruh suporter agar tidak rusuh atau tertib ketika menyaksikan pertandingan langsung di stadion.

Erick juga mengingatkan, Indonesia saat ini masih dalam pemantauan FIFA imbas berbagai polemik sepak bola Tanah Air. Katanya, jika suporter menimbulkan kerusuhan, Indonesia bisa terkena sanksi FIFA.

“Kalau suporter sejak awal saya sudah ingatkan. Kita ini bukan tidak dihukum oleh FIFA. Kita ini dipantau oleh FIFA. Kalau ada kejadian yang tidak diinginkan, pasti dihukum,” ucap Erick dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (20/7/23).

Lebih lanjut, Erick mengungkapkan, bahwa pemerintah, PSSI, FIFA, PT Liga Indonesia Baru, dan kepolisian berkomitmen untuk menjaga ketertiban suporter. Dia juga menyebut, regulasi larangan suporter tamu di Indonesia diberlakukan.

“Kita tak ada suporter tamu selama dua tahun. Kalau tahun pertama ini bagus, ya bisa saja tidak dua tahun. Kalau tahun ini ada kerusuhan, ya dihukum. Pasti. Nah ini yang kita tidak mau, apalagi pihak kepolisian sudah berbaik hati izin mengeluarkan setahun,” papar Erick.

Belakangan ini, kerusuhan suporter terjadi di pertandingan Persik Kediri vs Arema FC pada lanjutan Liga 1 di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, pada Sabtu (15/7/23).

Hal itu, karena terdapat puluhan suporter Arema FC ketahuan menyelundup masuk ke Stadion Brawijaya dan duduk di tribune. Kemudian mereka dikeroyok oleh suporter Persik Kediri.

Melihat kejadian itu, petugas keamanan bergegas mengamankan para suporter Arema FC dan membawa mereka keluar stadion.

Erick bahkan memohon agar para suporter nantinya dapat menahan diri agar tidak merugikan klub dan sepak bola Indonesia.

“Saya berharap para suporter menahan diri. Jangan sampai merugikan klubnya. Jangan sampai merugikan Indonesia yang sedang serius membangun sepak bola, khususnya PSSI untuk timnas. Saya memohon,” kata Erick.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Berawal dari Konten Edukasi Kecantikan, Dua Dokter di Semarang Hadapi Kasus Hukum

Konten edukasi mengenai kecantikan dan perawatan kulit yang dibuat dua selebgram asal Kota Semarang, dokter Mufida Rizqiani Husna dan Ari Kurniawan alias Ari PM, berujung pada persoalan hukum. Keduanya kini terseret kasus dugaan pencemaran nama baik dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Hampir 80 Persen Mata Air Muria Kering, Pemprov Jateng Siapkan Rorak sebagai Solusi Cepat

Hampir 80 persen dari 116 titik mata air di kawasan Gunung Muria dalam kondisi kering atau mati. Untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan itu sekaligus menekan ancaman banjir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan pembangunan rorak atau lubang resapan air di kawasan hutan.

Progres Baru 46 Persen, Gus Yasin Minta Talud Colo Kudus Rampung Sebelum 15 Desember

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta kontraktor menyelesaikan pembangunan talud di ruas Kudus-Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, paling lambat 15 Desember 2026.

Buruh Jateng Desak UMP 2027 Sesuai KHL, Minta Upah Sektoral Diperluas

Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJaT) mendesak Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menetapkan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2027 sesuai kebutuhan hidup layak (KHL).