INDORAYA – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara menemukan kasus cacing hati pada sejumlah hewan kurban yang disembelih dalam momen Idul Adha 1446 H. Temuan ini menjadi perhatian serius tim pemantau DKPP saat turun ke lapangan sejak Jumat (6/6/2025).
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Jepara, Mudhofir, menyampaikan bahwa cacing hati pertama kali ditemukan pada kerbau yang disembelih di salah satu desa di Kecamatan Nalumsari.
“Kemarin ada temuan cacing hati pada kerbau, tapi sebagian masih bisa dikonsumsi karena belum menyebar rata,” ujarnya melalui sambungan telepon, Sabtu (7/6/2025).
Meski demikian, ia tetap menganjurkan agar bagian hati yang terinfeksi tidak diolah sembarangan, khususnya untuk jenis masakan seperti sate atau olahan setengah matang.
“Sarannya sebenarnya dimusnahkan, tapi kalaupun masih bisa dikonsumsi harus dipastikan dimasak suhunya 100 derajat,” pesannya.
Temuan serupa kembali terjadi pada Sabtu (7/6/2025), ketika tim DKPP menjumpai cacing hati pada sapi di wilayah Kecamatan Jepara.
“Hari ini juga ada beberapa (cacing hati) yang kami temukan,” katanya.
Selain cacing hati, tim juga menemukan pembengkakan pada organ limpa dan paru-paru hewan yang berwarna kehitaman. Hal ini umumnya disebabkan stres pada hewan menjelang atau saat proses pengangkutan.
“Sehingga untuk organnya itu masih aman dikonsumsi,” jelasnya.
Untuk menjamin kelayakan dan keamanan konsumsi hewan kurban, DKPP Jepara menerjunkan total 16 tim—terdiri dari 15 tim pemantau dan satu tim inti—yang aktif di seluruh kecamatan hingga Senin (9/6/2025).
“Tim kita standby kan sampai Senin, ada 15 tim dan satu tim inti, jadi total ada 16 tim ini gerak ke lapangan semua,” pungkas Mudhofir.




