Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Dinkes: Kasus Leptospirosis di Jateng Tembus 685, 108 Orang Meninggal
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Kesehatan

Dinkes: Kasus Leptospirosis di Jateng Tembus 685, 108 Orang Meninggal

By Athok Mahfud
Kamis, 13 Nov 2025
Share
4 Min Read
Plt Sub Koordinator Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Zanuar Abidin
SHARE

INDORAYA – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat sebanyak 685 kasus leptospirosis hingga bulan September 2025 dengan angka kematian mencapai 108 orang.

Untuk mencegah penularan dan menangani penyakit leptospirosis di musim penghujan, Dinkes Jawa Tengah terus menggalakkan penerapan pendekatan One Health.

Plt Sub Koordinator Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Zanuar Abidin mengatakan, pendekatan One Health menekankan upaya kolaborasi antara sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan.

Menurut dia, pendekatan ini sangat relevan dalam pencegahan serta pengendalian leptospirosis di Jateng. Terutama dalam deteksi dini, upaya promotif, serta respon cepat antar bidang yang menangani kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan.

“Jadi pendekatan One Health ini tidak hanya kesehatan manusia saja, tapi juga harus dibarengi dengan kesehatan hewan dan lingkungan,” kata Zanuar dalam webinar “Implementasi Konsep One Health dalam Mencegah dan Mengendalikan Leptospirosis di Jawa Tengah” yang digelar melalui Zoom Meeting, Kamis (13/11/2025).

Webinar ini diikuti oleh Tim Koordinasi Daerah Pencegahan dan Pengendalian Zoonoisis dan Penyakit Infeksius Baru (PIB) Jateng serta Dinas Kesehatan, Pertanian, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kesehatan Lingkungan, Pemukiman, dan Tataruang di kabupaten/kota.

Dijelaskan, leptospirosis ialah penyakit zoonosis yang disebabkan bakteri leptospira interrogans. Penyakit ini menular dari hewan ke manusia melalui kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan terinfeksi, terutama tikus.

Dia mengungkapkan, kasus leptospirosis di Jawa Tengah masih menjadi perhatian serius karena angka kejadian dan fatalitasnya yang fluktuatif serta termasuk tertinggi secara nasional.

Berdasarkan data, hingga September 2025, tercatat sebanyak 685 kasus leptospirosis di Jateng dengan 108 kematian. Angka itu menunjukkan case fatality rate (CFR) sebesar 16,41 persen.

Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2024 yang mencatat 545 kasus dengan 66 kematian dengan CFR atau tingkat risiko kematian 12,11 persen.

Lebih lanjut, dia mendorong penguatan penerapan One Health di musim penghujan saat ini. Pasalnya risiko penyakit leptospirosis meningkat saat terjadinya banjir maupun genangan air.

Zanuar meyakini, dengan kolaborasi dan koordinasi yang baik, rencana aksi, implementasi, dan strategi penanganan penyakit tersebut menjadi lebih mudah.

“Dan harapannya pengendaliannya lebih sukses apabila sektor one health ini bisa terlibat, mulai dari perencanaan, pelaksanaan program, monitoring, dan evaluasi” ungkap bebernya.

Sementara itu, dr. Nani, narasumber dari Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan memaparkan, penanggulangan leptospirosis dengan pendekatan One Health dapat dilakukan melalui empat aspek, yaitu pencegahan, surveilans, penanganan kasus, dan promosi kesehatan.

Ia menekankan pentingnya promosi kesehatan, terutama pada musim penghujan saat ini. Masyarakat diimbau menjaga kebersihan dan sanitasi lingkungan, mengendalikan populasi tikus, serta mewaspadai genangan air dan banjir.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti menggunakan sarung tangan dan alas kaki, serta mencuci tangan dan kaki setelah beraktivitas di area banjir.

“Kita harus rajin mencuci tangan dan kaki agar bakteri Leptospira tidak sempat masuk ke tubuh. Gunakan air mengalir dan sabun, jangan menggunakan air tampungan,” pesan Nani.

Peneliti Ahli Madya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ristiyanto, menjelaskan bahwa saat musim hujan dan banjir, risiko penularan leptospirosis meningkat akibat urine tikus yang mencemari air atau lumpur banjir.

Menurutnya, banjir mengubah ekologi dan perilaku tikus secara drastis. Dalam kondisi ini, populasi tikus cenderung berpindah ke area permukiman untuk mencari tempat kering dan sumber makanan, sehingga kontak dengan manusia lebih sering terjadi.

Oleh karena itu, dia menilai bahwa pendekatan one health yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor secara terpadu menjadi strategi yang harus digalakkan untuk mencegah dan menangani penyakit leptospirosis.

“Penanganan tikus, menjaga kebersihan lingkungan, serta melindungi kesehatan masyarakat di daerah terdampak banjir harus dilakukan secara terpadu dan cepat untuk mencegah wabah leptospirosis,” tegas Ristiyanto.

TAGGED:Berita Jateng TerbaruBerita Jateng TerkiniKasus Leptospirosis JatengPenyakit Leptospirosis di Jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Gubernur Jateng: Tidak Boleh Ada Penambangan di Kawasan Gunung Slamet Sabtu, 06 Des 2025
  • Cerita Warga Semarang Hobi Berburu Tanda Tangan, Koleksi 1.500 Kartu dan 300 Jersey Pemain Sabtu, 06 Des 2025
  • Pemprov Jateng Siapkan Mekanisme Pidana Kerja Sosial untuk Terpidana Hukuman Ringan Sabtu, 06 Des 2025
  • Gubernur Luthfi Bakal Gelar Dialog Rutin dengan Perantau Jateng di Jabodetabek Sabtu, 06 Des 2025
  • LSSFF 2025 Jadikan Lawang Sewu Sebagai Ruang Kreatif Milenial Semarang Sabtu, 06 Des 2025
  • Berdayakan Ekonomi Umat di Jateng, Baznas RI Luncurkan ZCoffee, BMM, dan 1.300 Zmart Sabtu, 06 Des 2025
  • Anggota DPD RI Desak Polisi Jadikan AKBP Basuki Tersangka di Kasus Kematian Dosen Untag Semarang Sabtu, 06 Des 2025

Berita Lainnya

Kesehatan

RSUD dr. Adhyatma Luncurkan Sistem Pelacakan Dokumen Pengadaan Berbasis QR Code

Senin, 01 Des 2025
Jateng

Meski Terganggu Bencana dan Hama, Jateng Mampu Produksi 11,36 Juta Ton Gabah

Senin, 01 Des 2025
Kesehatan

MBG Diperluas di Jakarta, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pemenuhan Gizi Anak

Jumat, 28 Nov 2025
Jateng

Gebyar Tani Merdeka 2025 Dukung Posisi Jateng Sebagai Lumbung Pangan Nasional

Jumat, 28 Nov 2025
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?