Dinas Perdagangan Semarang Klaim Kenaikan Harga Cabai Akibat Cuaca Ekstrem

Salah satu pedagang cabai di Pasar Karangayu terlihat masih banyak stok dan nampak belum laku, Senin (9/1/2023). (Foto:Dickri Tifani Badi/Indoraya)

INDORAYA – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang mengklaim kenaikan harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang, Jawa Tengah karena cuaca ekstrem yang menyebabkan petani gagal panen. Pasalnya kenaikan harga cabai hingga 80 persen.

Kabid Pengembangan Perdagangan dan Stabilitas Harga Dinas Perdagangan Kota Semarang, Sugeng Dilianto mengatakan, komoditas yang mengalami kenaikan seperti cabai mayoritas komoditas dari luar kota. Cabai yang beredar di Kota Semarang rata-rata berasal dari Bandungan, Kabupaten Semarang, Magelang, dan sekitarnya.

“Cabai naik Rp70 ribu hingga Rp80 ribu itu karena intensitas hujan sangat tinggi, apalagi distribusi paling banyak dari Bandungan, dan Magelang yang kemarin mengakibatkan kebon petani rusak,” ujar Sugeng Dilianto saat dihubungi Indoraya.news, Senin (9/1/2023).

Oleh sebab itu, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) soal meroketnya harga cabai. Serta mengimbau masyarakat agar mengonsumsi cabai dengan wajar.

“Kita berkoordinasi dengan provinsi (Dinas Perdagangan), dan monitoring harga pada pedagang untuk tidak menimbun memanfaatkan momentum ini,” katanya.

“Memang namanya hukum pasar dimana permintaan tinggi, suplainya terlambat karena cuaca distribusi begitu,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, kenaikan cabai yang sangat pedas tersebut membuat sejumlah pedagang cabai di Pasar Karangayu mengeluh karena tidak mendapatkan untung.

Sebagaimana dirasakan oleh Desi (35), salah satu penjual cabai di Pasar Karangayu, Kota Semarang, Senin (9/1/2023).

“Kenaikan harga cabai ini juga saya tidak dapat keuntungan lebih dari hasil jualannya sejak awal tahun 2023,” ungkapnya.

Desi menjelaskan, saat ini harga cabai rawit merah menyentuh Rp70 ribu, cabai rawit hijau Rp65 ribu, cabai kriting merah Rp50 ribu, serta cabai rawit putih Rp50 ribu. Dia tidak tahu pasti penyebab kenaikan harga cabai, namun diperkirakan oleh faktor cuaca.

“Kenaikan harga mungkin disebabkan oleh cuaca buruk, banjir, dan tanaman cabai banyak yang layu,” kata Desi, saat ditemui di Pasar Karangayu, Senin pagi.