
INDORAYA – Kemiripan fisiknya dengan Presiden RI Prabowo Subianto membawa berkah tersendiri bagi Aros Marnowo (48), warga Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Dijuluki sebagai “Prabowo KW” oleh masyarakat, Aros kini kerap mendapat tawaran menjadi talent promosi sekaligus mengembangkan usaha kuliner yang diberi nama MBG.
Nama Aros mulai dikenal publik saat momentum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Kala itu, ia sering tampil berjoget gemoy ala Prabowo dalam berbagai kegiatan kampanye dan acara masyarakat.
Postur tubuh yang gempal serta gaya penampilannya membuat banyak orang menilai dirinya memiliki kemiripan dengan Presiden Prabowo. Tak sedikit yang kemudian memanggilnya dengan julukan “Pradoro”, plesetan dari nama Prabowo.
“Saya pribadi pengagum beliau. Mungkin postur tubuh saya memang mirip dengan beliau. Apalagi saat saya joget gemoy ala-ala Prabowo, banyak orang yang bilang mirip,” kata Pradoro kepada Indoraya.News, Minggu (16/8/2026).
Aros mengaku julukan tersebut justru membuka peluang baru baginya. Setelah semakin dikenal masyarakat, ia menjadi lebih percaya diri tampil di depan publik dan mulai aktif membuat konten di media sosial maupun YouTube.
Kemiripannya dengan Prabowo juga membuat dirinya kerap mendapat tawaran sebagai talent promosi untuk berbagai produk dan usaha, termasuk pelaku UMKM di Semarang dan sekitarnya.
“Dari situ saya lebih pede lagi,” ujarnya.
Tak berhenti sebagai talent promosi, Aros juga merintis usaha kuliner dengan membuka kafe bernama MBG di Jalan Kedungmundu, Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Berbeda dengan program Makan Bergizi Gratis milik pemerintah, MBG yang dimaksud Aros merupakan singkatan dari Mangan Bareng Guys.
Kafe tersebut mengusung konsep prasmanan dengan berbagai pilihan menu harian. Selain menyediakan makanan, kafe itu juga menawarkan kopi dan aneka minuman seperti kafe pada umumnya.
Sebagai pengagum Prabowo, Aros mengaku terinspirasi oleh program Makan Bergizi Gratis yang dinilainya memiliki manfaat bagi masyarakat.
“Beliau kan pemimpin kita, jadi ya kita harus dukung. Untuk programnya sebenarnya baik, apalagi berurusan dengan perut. Bagi orang, urusan perut bisa melakukan hal apa pun. Bisa-bisa melakukan hal-hal negatif kalau tidak terpenuhi. Menurut saya, program MBG itu bagus sekali. Cuma mungkin tata kelolanya saja yang perlu diperbaiki,” jelasnya.
Menurut Aros, prinsip tersebut juga diterapkan dalam pengelolaan kafenya. Ia berupaya menjaga kebersihan dapur, kualitas makanan, serta memperhatikan kandungan gizi dan porsi yang disajikan kepada pelanggan.
Selain itu, harga makanan dibuat terjangkau agar dapat dinikmati berbagai kalangan masyarakat.
“Ya harapan saya adanya MBG, Mangan Bareng Guys, bisa memenuhi keinginan masyarakat sekitar sini, Semarang pada umumnya. Bisa makan enak dengan harga terjangkau serta suasana yang nyaman,” pungkasnya.



