
INDORAYA – Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus dilakukan di kawasan Jalur Lingkar Sumbing (Jalisu), Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.
Pekan lalu, sejumlah komunitas bersama instansi terkait menggelar aksi penanaman pohon di sepanjang jalur tersebut sebagai langkah antisipasi longsor di kawasan lereng yang masih tergolong lahan baru.
Kegiatan penghijauan ini melibatkan BPDAS, MAN 1 Wonosobo, Komunitas Tanpa Nama, serta para pegiat pecinta alam. Ratusan bibit pohon ditanam di sejumlah titik rawan untuk memperkuat struktur tanah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di lereng Gunung Sumbing.
Camat Kalikajar, Hermawan Animoro mengatakan penanaman pohon dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan di kawasan Jalisu yang rawan longsor.
Menurutnya, keberadaan pohon diharapkan mampu memperkuat daya ikat tanah sehingga risiko longsor dapat diminimalkan di masa mendatang.
“Di acara ini ada 100 bibit pohon damar yang ditanam dan jenis tanaman lainnya. Untuk bibitnya sebagian dari bantuan MAN 1 Wonosobo,” ungkap dia.
Hermawan menjelaskan, sebelumnya juga telah dilakukan penanaman dalam dua tahap dengan total sekitar 200 pohon yang kini sudah tumbuh di kawasan Jalisu.
Ketua Komunitas Tanpa Nama, Sriono Edi Subekti mengatakan pihaknya terus mendukung kegiatan penghijauan sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan di kawasan jalur baru tersebut.
“Jalur baru tersebut memiliki peran penting dalam membuka akses ekonomi masyarakat Bowongso dan wilayah sekitarnya sehingga perlu dijaga,” kata dia.
Ia menambahkan, Komunitas Tanpa Nama lahir dari keprihatinan terhadap debit mata air yang terus menurun setiap tahun. Karena itu, penanaman pohon keras dipilih sebagai langkah nyata menjaga kawasan resapan air dan keseimbangan lingkungan.
“Hingga saat ini, kegiatan penanaman pohon di Jalisu sudah dilakukan tiga kali, totalnya 300 pohon damar yang ditanam,” ungkap Sriono.
Melalui aksi penghijauan tersebut, masyarakat berharap kawasan Jalur Lingkar Sumbing tidak hanya menjadi akses penghubung baru bagi warga, tetapi juga tetap aman dan lestari dari ancaman bencana alam di masa mendatang.



