Bagi Indonesia, bahaya terbesar dari krisis Timur Tengah ini sebenarnya bukanlah rudal balistik, melainkan godaan birokrasi kita untuk menembakkan peluru kebijakan populis. Demi meredam histeria massa, negara seringkali rela menelan pil penenang sesaat dengan cara membakar postur APBN untuk membiayai subsidi energi secara membabi buta dan menggadaikan kewarasan tata kelola keuangan publik kita di masa depan.
Eskalasi konflik antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat dinilai berpotensi menekan perekonomian global, termasuk Indonesia. Dampak paling cepat terasa diperkirakan terjadi pada sektor energi dan transportasi.
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono angkat suara terkait posisi Indonesia di tengah eskalasi perang dan konflik di kawasan Timur Tengah. Dalam komunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif mendorong perdamaian dan mencegah meluasnya konflik.