Cara Kreatif Bank Sampah Mulyo Sedoyo Sambut Natal, Sulap Ribuan Botol Bekas Jadi Pohon

Para Pengelola Bank Sampah sedang menata dan mengecek Pohon Natal setinggi tujuh meter yang terbuat dari botol minuman bekas. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Cara kreatif ditunjukkan oleh para pengelola Bank Sampah Mulyo Sedoyo dalam menyambut dan menyemarakkan Hari Natal. Ribuan botol minuman bekas berbahan plastik berhasil disulap menjadi pohon Natal.

Kini pohon itu terpajang di depan sekretariat Bank Sampah Mulyo Sedoyo, di Jalan Ki Mangunsarkoro No.22, Kelurahan Brumbungan, Kecamatan Semarang Tengah. Bahan utamanya yang terbuat dari botol minuman bekas tampak begitu menarik.

Tidak hanya itu saja, pohon natal hasil daur ulang sampah tersebut berukuran besar dan tinggi. Diameternya mencapai tiga kali rentangan tangan orang dewasa. Tingginya yang mencapai tujuh meter pun seolah ingin menggapai langit.

Koordinator Bank Sampah Mulyo Sedoyo, Yosmina Yahya mengatakan bahwa ada 11 pengelola yang terlibat dalam pembuatan pohon Natal ini. Untuk bisa menciptakan benda kreatif tersebut, pihaknya membutuhkan waktu enam bulan.

“Ada sekitar 6 bulan kita persiapannya, mulai dari mengumpulkan botol-botol, membuat hiasan pohon Natal. Bahan bakunya semuanya dari bahan plastik,” ujarnya saat ditemui Indoraya, Kamis (22/12/2022).

Ini adalah pohon Natal pertama yang dibuat Bank Sampah Mulyo Sedoyo meskipun bank sampah itu sudah ada sejak 2017. Adapun bahan yang digunakan yaitu sebanyak 1.500 botol bekas dan kantong plastik.

“Ada 1500 botol, yang kami pada saat itu kurang akhirnya kami beli botol bekas lagi di pengepul. Kita beli dari nasabah bank sampah, kita sendiri yang ganti uangnya untuk mengumpulkan bahan-bahan ini,” ucap Yosmina.

Ia menuturkan, proses pembuatannya memakan waktu hingga enam bulan bermula sejak Juni lalu. Mulai dari mengumpulkan botol-botol minuman bekas, membuat hiasan, dan memasangnya.

Pohon Natal yang terbuat dari ribuan botol minuman bekas berdiri di Jalan Ki Mangunsarkoro Kelurahan Brumbungan, Semarang Tengah. (Foto: Athok Mahfud/ Indoraya)

Saat ditanya terkait kendala selama proses pembuatan, Yosmina mengaku tidak ada kesulitan khusus yang dihadapi teman-temannya. Pasalnya semuanya sudah terlatih dan memiliki keterampilan mendaur ulang sampah.

“Kecuali pemasangan kerangka karena kerangka ini terbuat dari besi sehingga kita butuh tenaga dari luar untuk memasang sejumlah botol yang ada di pucuk,” ujar Yosmina.

Proses pembuatan dilakukan secara bersama-sama setiap hari Kamis berbarengan dengan kegiatan pelatihan di sana. Hingga pada awal Desember lalu, pohon Natal setinggi tujuh meter yang sudah jadi tersebut lalu dipasang.

Yosmina menceritakan, sejak pohon Natal tersebut dipasang di halaman Bank Sampah Mulyo Sedoyo, banyak warga yang kagum dan tertarik. Bahkan beberapa warga juga berdatangan untuk sekadar berfoto.

“Mulai dari pertama berdiri masyarakat banyak yang berhenti ‘wah ada pohon natal’. Ada yang berhenti dari mobil dan foto-foto, jadi seneng juga sih ya melihat masyarakat antusias dan terkesan juga,” lanjutnya.

Ia mengatakan, pohon Natal ini memang sengaja dibuat dalam rangka memperingati hari Natal. Setelah selesai Natal, rencananya pohon dari botol bekas itu akan dibongkar dan disetorkan kepada pengepul.

“Atau kemungkinan kedua akan kita simpan juga untuk tahun depan tapi dengan model yang berbeda,” ujar Yosmina.

Pohon Natal yang terbuat dari hasil daur ulang sampah, diharapkan Yosmina dapat memantik kesadaran masyarakat sekitar untuk lebh peduli terhadap lingkungan. Masyarakat diajak untuk memilah sampah, pasalnya banyak manfaat yang bisa didapatkan.

“Dengan adanya bank sampah diharapkan betul-betul punya niat untuk pilah sampah dari rumah. Sehingga lingkungannya bersih, masyarakatnya sehat, secara ekonomi juga terbantu, jadi ya minimal itu harapan kita,” pungkasnya.