Camilan Corndog Jadi Peluang Usaha Menjanjikan

Corndog buatan Shabilla. Foto : Dickri Tifani Badi

INDORAYA – Jajanan kekinian, Corndog yang sedang viral pada beberapa tahun terakhir ini membuat para pelaku usaha kecil menengah (UKM) memanfaatkan peluang usaha camilan itu.

Salah satunya Shabilla seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta ternama di Kota Semarang, ia memanfatkan peluang yang sedang viral seperti camilan Corndog satu ini.

Hal itu membuat kentungan yang sangat menjanjikan. Apalagi, camilan yang dikenal di Korea Selatan dan Indonesia ini banyak diburu oleh kalangan muda dengan bentuk yang unik serta rasanya yang enak.

Shabilla menceritakan, usaha yang digeluti dimulai sejak pada Maret 2021 lalu. Sebabnya, camilan itu bahan baku pembuatan sangat mudah dicari hingga keuntungan penjualan sangat menjanjikan.

“Pembuatan dan bahan bakunya juga mudah dicari dan mudah. Dari situ, saya belajar dari YouTube dan buku masakan. Tak hanya itu, untungnya pun penjualan juga cukup banyak sekitar 5 ribu sampai 18 ribu,” kata Shabilla, Jumat (25/11/2022).

Usaha milik Shabilla itu diberi nama Corndogcubill. Menariknya, nama usahanya tersebut memiliki makna tersendiri.

“Nama saya kan Shabilla, tapi panggilan nenek saya Cubilla atau cucu Billa. Jadi saya namain Corndogcubill agar selalu ingat dengan almarhum nenek saya,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, Corndogcubill menawarkan harga sangat terjangkau untuk semua kalangan. Mulai dari 5 ribu hingga 18 ribu. Kelebihan Corndog miliknya yakni menyajikan berbagai varian yang membuat para pembeli tertarik untuk menikmati camilan tersebut.

“Harga sangat terjangkau, biasanya di luaran sana harga termurah merogoh kocek 25 ribu, tapi Corndogcubill hanya menawarkan harga 5 ribu sampai 18 ribu. Kelebihan lainnya, corndognya ada varian biskuit beng-beng dengan cokelat manis di atasnya. Biasanya di luar sana Corndog hanya diisi mozarella dan sosis saja. Varian itu buat berbeda lainnya dengan harga 8 ribu saja,” ujarnya.

Namun demikian, ia menerangkan, usahanya setiap hari Jumat memiliki pemasaran menarik dengan program diskon dan pembelian satu gratis 1 khusus program tersebut.

“Pembeli masih di area Semarang saja, karena saya juga masih home made. Pemasaran saat ini masih menggunakan sistem COD atau langsung antar rumah hanya di wilayah semarang saja,” ucapnya.

Saat ditanya terkait omzet penjulan Corndog usahanya, Shabilla menanggapi bahwa dirinya sebulan mampu meraih jutaan rupiah hasil dari keuntungan penjualannya.

“Sebelum masuk kuliah, saya setiap hari berjualan, omzet sebulannya mampu 2 juta dari keuntungannya. Kalau sekarang sudah masuk kuliah, saya jualan hanya seminggu sekali, jadi untungnya ya sekitar 800 ribu,” paparnya.