Apresiasi Penghargaan Budaya Jateng, Heri Pudyatmoko Dorong Pelestarian Warisan Benda dan Tak Benda

Date:

INDORAYA – Jawa Tengah kembali mencatat prestasi gemilang di bidang kebudayaan. Sepanjang 2025, provinsi ini menyumbang 57 Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dan menduduki sebagai yang terbanyak di tingkat nasional. Diketahui, total warisan tak benda Jateng kini mencapai 215 item.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mengapresiasi capaian tersebut dan menyebut bahwa Jateng layak meraihnya. Namun, ia juga menekankan bahwa penghargaan harus diikuti tindakan nyata pelestarian dan aktualisasi.

“Penghargaan ini patut disyukuri, tapi kita tidak boleh berhenti di angka. Yang terpenting adalah bagaimana kita melestarikan dan mengaktualisasikan warisan budaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Heri.

Ia menjelaskan,  pelestarian harus mencakup dua hal sekaligus: warisan budaya benda (candi, keraton, situs purbakala, batik, keris) dan warisan budaya tak benda (nilai-nilai, tradisi, falsafah).

Salah satu falsafah inti yang harus dihidupkan, kata Heri adalah Hamemayu Hayuning Bawana yang berarti “merawat dan memperindah keharmonisan dunia”.

Filosofi ini mengajarkan manusia untuk selalu menjaga keseimbangan antara diri sendiri, sesama manusia dan alam semesta.

Heri menegaskan bahwa aktualisasi Hamemayu Hayuning Bawana bukan hanya soal ritual, melainkan harus menjadi landasan pembangunan daerah.

Ilustrasi warisan budaya benda “Batik”

“Kita harus aktualisasikan filosofi ini melalui pendidikan karakter di sekolah, pengembangan desa wisata berbasis budaya, ekonomi kreatif berbasis warisan, serta pembangunan yang ramah lingkungan. Gotong royong, toleransi, dan semangat guyub harus kembali menjadi ruh kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Tak hanya itu, Heri juga mendorong agar pemerintah daerah, seniman, pelaku usaha dan generasi muda bersinergi menghidupkan warisan budaya.

Menurutnya, dengan cara ini Jawa Tengah tidak hanya kaya warisan di atas kertas, tetapi juga menjadi provinsi yang maju secara ekonomi sekaligus kuat identitas budayanya.

“Dengan melestarikan warisan benda dan menghidupkan warisan tak benda berlandaskan Hamemayu Hayuning Bawana, kita sedang membangun Jawa Tengah yang harmonis, berdaya saing dan siap menghadapi masa depan,” pungkas Heri Pudyatmoko.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Berawal dari Konten Edukasi Kecantikan, Dua Dokter di Semarang Hadapi Kasus Hukum

Konten edukasi mengenai kecantikan dan perawatan kulit yang dibuat dua selebgram asal Kota Semarang, dokter Mufida Rizqiani Husna dan Ari Kurniawan alias Ari PM, berujung pada persoalan hukum. Keduanya kini terseret kasus dugaan pencemaran nama baik dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Hampir 80 Persen Mata Air Muria Kering, Pemprov Jateng Siapkan Rorak sebagai Solusi Cepat

Hampir 80 persen dari 116 titik mata air di kawasan Gunung Muria dalam kondisi kering atau mati. Untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan itu sekaligus menekan ancaman banjir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan pembangunan rorak atau lubang resapan air di kawasan hutan.

Progres Baru 46 Persen, Gus Yasin Minta Talud Colo Kudus Rampung Sebelum 15 Desember

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta kontraktor menyelesaikan pembangunan talud di ruas Kudus-Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, paling lambat 15 Desember 2026.

Buruh Jateng Desak UMP 2027 Sesuai KHL, Minta Upah Sektoral Diperluas

Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJaT) mendesak Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menetapkan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2027 sesuai kebutuhan hidup layak (KHL).