INDORAYA – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, menyampaikan keyakinannya bahwa separuh dari 8.523 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah berbadan hukum di provinsinya akan aktif beroperasi pada tahun 2025.
“Ada 11 di tempat kita yang sudah berjalan (mockup), sudah terima sertifikat dari menteri koperasi,” ujar Luthfi, seusai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam acara peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara nasional, yang berlangsung di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Senin, (21/7/2025).
Sebelas koperasi yang telah aktif dan dijadikan percontohan di Jawa Tengah antara lain: KDMP Bentangan (Klaten), KDMP Sumbung (Boyolali), KDMP Bengkal (Temanggung), KDMP Sukoharjo (Wonosobo), KDMP Bawang (Banjarnegara), KDMP Ponggok (Klaten), KDMP Malangjiwan (Karanganyar), KDMP Tampirwetan (Magelang), KDMP Sidamulya (Brebes), KDMP Sukobubuk (Pati), serta KKMP Banyuanyar (Surakarta).
“Target sampai akhir tahun paling tidak separuh sudah beroperasi, (meski) tidak semua langsung operasional. Minimal bertahap dan berlanjut kita penuhi,” ucap Luthfi.
Ia menambahkan, keberadaan koperasi ini diharapkan dapat menggali potensi ekonomi desa serta meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.
Menurut Luthfi, instruksi dari Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan telah diberikan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah—baik gubernur, bupati/wali kota, maupun kepala desa dan lurah—untuk secara aktif mengawasi jalannya koperasi Merah Putih.
Pengawasan tersebut mencakup dua hal utama: pertama, legalitas badan hukum koperasi, yang seluruhnya di Jateng telah dipenuhi; kedua, kesiapan sarana dan prasarana pendukung seperti infrastruktur serta produk unggulan lokal.
“Kita sesuaikan. Oleh karena itu, nanti seluruh koperasi akan segera membentuk gerai-gerai,” jelasnya.
Setiap koperasi Merah Putih ditargetkan memiliki tujuh jenis gerai usaha, termasuk apotek, klinik kesehatan, agen Pos Indonesia, layanan simpan pinjam, fasilitas pertanian dan peternakan, gerai kebutuhan pokok termasuk LPG, serta unit usaha lainnya.
Luthfi juga menegaskan bahwa proses pengawasan akan disertai dengan pendampingan secara bertahap, menyesuaikan perkembangan masing-masing koperasi.
“Jadi tidak serta merta langsung siap. Minimal sarana infrastruktur kita perkuat dulu untuk operasional koperasi. Kita dampingi, bisa tiga bulan, bisa empat bulan, sampai terus berkembang,” paparnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah meluncurkan kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.
Saat ini, sebanyak 108 koperasi telah aktif, termasuk yang berasal dari Jawa Tengah. Dalam dua bulan ke depan, ditargetkan sebanyak 11 ribu koperasi siap beroperasi.
“Hari ini kita mulai sejarah, koperasi dari yang lemah menjadi kekuatan untuk menyejahterakan masyarakat dan mengangkat perekonomian,” ujar Prabowo dalam sambutannya.



