
INDORAYA – PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang meluncurkan Pegadaian Business Case Competition (BCC) 2026 di Universitas Negeri Semarang (UNNES), Kamis (7/5/2026). Kompetisi ini ditujukan bagi mahasiswa di wilayah Semarang Raya untuk mendorong lahirnya inovasi di bidang keuangan, investasi dan digitalisasi layanan.
Peluncuran kompetisi dilakukan bersamaan dengan talkshow bertajuk “MengEmaskan Indonesia: Golden Idea for Gold Generation” yang diikuti lebih dari seribu mahasiswa di auditorium UNNES.
Kepala Divisi Bisnis Bullion PT Pegadaian, Kadek Eva Suputra mengatakan, mahasiswa memiliki potensi besar dalam menghadirkan solusi baru di tengah perkembangan industri keuangan yang terus berubah.
“Kami melihat mahasiswa memiliki perspektif akademis yang kuat. Melalui business case competition ini, kami ingin ide-ide tersebut dapat diterjemahkan menjadi solusi yang benar-benar bisa diterapkan di masyarakat,” ujar Kadek.
Menurutnya, kompetisi tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara dunia akademik dan industri agar gagasan mahasiswa tidak berhenti pada konsep semata.
“Harapannya nanti muncul solusi finansial, investasi, maupun digitalisasi layanan yang memudahkan masyarakat dalam bertransaksi dan mengakses layanan keuangan,” katanya.
UNNES dipilih sebagai titik awal pelaksanaan program karena dinilai memiliki kultur akademik yang progresif serta telah menjalin kerja sama dengan Pegadaian melalui fasilitas The Gade Creative Lounge (TGCL).
“Kami melihat UNNES sebagai kampus yang memiliki kultur disiplin dan terstruktur. Kami ingin meningkatkan level kompetisi ini hingga nantinya dapat menjadi ajang nasional,” jelas Kadek.
Selain UNNES, Pegadaian juga akan menggandeng empat perguruan tinggi lain yang memiliki fasilitas TGCL, yakni Undip, UGM, Unsoed dan UNS.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani Nugroho, menjelaskan kompetisi terbuka bagi mahasiswa di wilayah Semarang Raya.
“Pendaftaran akan dimulai pada 18 Mei 2026. Nantinya peserta mengajukan proposal ide bisnis atau inovasi yang berkaitan dengan Pegadaian dan solusi finansial,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap tim maksimal terdiri atas tiga mahasiswa. Setelah tahap pengajuan proposal, peserta akan mengikuti workshop dan inkubasi sebelum memasuki tahap penjurian.
“Kami ingin mahasiswa melihat Pegadaian dari sudut pandang mereka. Bisa terkait financial planning, digitalisasi, maupun inovasi layanan lain yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya,” jelas Aries.
Pegadaian menargetkan sekitar 100 hingga 150 tim mengikuti tahap awal kompetisi di UNNES. Meski dipusatkan di kampus tersebut, peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi di Semarang Raya.
“Kami membuka kesempatan bagi seluruh mahasiswa di Semarang Raya. Informasi lengkap nantinya akan kami sebarkan melalui flyer dan media sosial,” katanya.
Selain pengalaman dan pendampingan, peserta terbaik akan mendapatkan uang pembinaan, tabungan emas, hingga peluang memperoleh beasiswa dari Pegadaian.
“Untuk mendapatkan hadiah Business Case Competition, peserta harus melalui beberapa tahapan. Misalnya, pemenang di tingkat UNNES akan memperoleh uang pembinaan dan tabungan emas,” ujarnya.
“Selanjutnya, para pemenang akan dipertandingkan dengan pemenang dari kampus lainnya. Setelah itu, pemenang terbaik berkesempatan mendapatkan Beasiswa Pegadaian,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNNES, Prof. Dr. Zaenuri, M.Si., Akt., menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, kompetisi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkolaborasi, berinovasi, dan menghasilkan gagasan yang berdampak bagi masyarakat. Harapannya, mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi dunia industri dan masyarakat,” ujar Prof. Zaenuri.



