Tradisi Tahunan di Jepara Yang Sempat Hilang Ini Akhirnya Kembali Meriah

Date:

INDORAYA – Festival tahunan kupat lepet yang diadakan di Pantai Kartini Jepara, Jawa Tengah, membuat warga antusias. Festival tersebut pernah sempat tidak diadakan karena pandemi yang menyerang Indonesia selama dua tahun.
Tradisi ini digelar selepas prosesi larungan kepala kerbau, Bupati Jepara Dian Kristiandi bersama Forkopimda. Acara Festival Kupat Lepet dimulai dengan rangkaian acara tarian dan pertunjukan pencak silat. Ada dua gunungan kupat lepet yang menjadi rebutan warga.

Jumlah kupat lepet pun berbeda setiap tahunnya. Tahun ini jumlah kupat lepet ada 2.022 buah. Setelah doa bersama kemudian dilanjutkan dengan berebut kupat lepet.

Dua gunungan kupat lepet itu menjadi rebutan warga. Tampak warga berdesak-desakan demi mendapatkan kupat lepet itu.

Salah satu warga, Masdi (54) mengatakan rela berdesak-desakan untuk mendapatkan kupat lepet. Dia percaya bakal mendapatkan kupat lepet membawa berkah bagi dirinya.

“Kata orang Jepara itu berkah, tadi kupat lepet. Tahun ini kembali digelar ya, meriah dan ikut berebut,” jelas warga Rajekwesi Kecamatan Mayong, Jepara, Senin (9/5/2022).

Di lokasi yang sama, Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan Festival Kupat Lepet ini memiliki makna untuk memaafkan di bulan Syawal. Tradisi ini pun kembali digelar dengan meriah pada H+7 Lebaran 2022 ini.

“Bahwa makna kupat lepet ini setiap manusia mempunyai kesalahan sama dilambangkan dengan kupat, terus kemudian ada lepet. Begitu menyadari ada kesalahannya kita tutup rapat tidak untuk lagi melakukan kesalahan sehingga disimpulkan kupat lepet ini. Sehingga ini tradisi budaya yang luar biasa, sehingga simbol itu warga masyarakat bisa menjadi tuntunan dan tontonan,” ujar Andi sapaannya.

“Sehingga Festival Kupat Lepet yang ada di Jepara tahun 2022 alhamdulillah bisa berjalan dengan baik dan dengan warga masyarakat antusias bisa menyemarakan kegiatan ini sehingga warga semua senang sekali. Saya lihat begitu dibuka, berkerumun tetapi dengan prokes yang paling suka,” sambung dia.

Andi mengatakan terkait dengan makna jumlah kupat lepet ada 2.022 buah. Ini dimaksud kata dia sebagai bentuk syukur diberikan kesehatan.

“2.022 jumlah kupat lepet sama dengan tahun ini dan setiap tahun akan berbeda. Ya tentu akan memaknai bersyukur sampai tahun berikut dan seterusnya,” pungkas Andi.(FZ)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Berawal dari Konten Edukasi Kecantikan, Dua Dokter di Semarang Hadapi Kasus Hukum

Konten edukasi mengenai kecantikan dan perawatan kulit yang dibuat dua selebgram asal Kota Semarang, dokter Mufida Rizqiani Husna dan Ari Kurniawan alias Ari PM, berujung pada persoalan hukum. Keduanya kini terseret kasus dugaan pencemaran nama baik dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Hampir 80 Persen Mata Air Muria Kering, Pemprov Jateng Siapkan Rorak sebagai Solusi Cepat

Hampir 80 persen dari 116 titik mata air di kawasan Gunung Muria dalam kondisi kering atau mati. Untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan itu sekaligus menekan ancaman banjir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan pembangunan rorak atau lubang resapan air di kawasan hutan.

Progres Baru 46 Persen, Gus Yasin Minta Talud Colo Kudus Rampung Sebelum 15 Desember

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta kontraktor menyelesaikan pembangunan talud di ruas Kudus-Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, paling lambat 15 Desember 2026.

Buruh Jateng Desak UMP 2027 Sesuai KHL, Minta Upah Sektoral Diperluas

Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJaT) mendesak Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menetapkan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2027 sesuai kebutuhan hidup layak (KHL).