INDORAYA – Program makan bergizi gratis (MBG) yang diusung pemerintah pusat, mendapat perhatian serius di masyarakat. Dimana berjalannya program ini terus mendapat pantauan dan ditimbang keberhasilannya.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mengungkapkan pentingnya penyelarasan antara program makan bergizi gratis di sekolah dengan peningkatan kualitas pengajaran yang mumpuni.
Menurutnya, meskipun program makan bergizi gratis memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan dan daya pikir siswa, namun keberhasilan pendidikan secara keseluruhan tidak hanya bergantung pada aspek gizi, tetapi juga pada kualitas pengajaran yang diberikan oleh para pendidik.
Heri menegaskan bahwa pemerintah provinsi perlu memperhatikan keseimbangan antara upaya peningkatan kesehatan siswa melalui program makan bergizi dengan upaya untuk meningkatkan kualitas pengajaran.
“Terutama agar kedua program tersebut saling mendukung dan dapat menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Dalam hal ini, Heri Pudyatmoko memberikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah yang menginisiasi program makan bergizi gratis di sekolah-sekolah, terutama di daerah yang kurang mampu.
Menurutnya, program ini sangat penting dalam memastikan bahwa semua anak, terlepas dari latar belakang ekonomi, dapat mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk menunjang pertumbuhan fisik dan daya pikir yang optimal.
“Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga soal menciptakan kondisi yang mendukung perkembangan siswa secara fisik dan mental. Kita harus memastikan bahwa mereka tumbuh sehat untuk dapat menyerap pelajaran dengan baik,” kata Heri.

Namun, Heri menambahkan bahwa keberhasilan program makan bergizi gratis tidak akan optimal jika tidak disertai dengan kualitas pendidikan yang memadai. Ia menyatakan bahwa peningkatan kualitas pengajaran juga harus menjadi prioritas utama di sekolah-sekolah.
Untuk itu, Heri menyarankan agar pemerintah daerah lebih fokus pada peningkatan kapasitas para guru dan tenaga pendidik, serta menyediakan pelatihan yang terus menerus agar mereka dapat mengajarkan materi dengan cara yang lebih efektif dan inovatif.
“Selain itu, kualitas materi pembelajaran dan alat bantu ajar juga harus ditingkatkan agar lebih sesuai dengan kebutuhan siswa,” ujarnya.
Pelatihan dan Pengembangan Profesionalisme Guru
Salah satu langkah penting yang harus diambil dalam rangka peningkatan kualitas pengajaran adalah dengan memberikan pelatihan secara rutin kepada guru-guru.
Heri menekankan bahwa profesionalisme guru sangat berpengaruh terhadap kualitas pengajaran di kelas. Guru yang terlatih dan terus mengembangkan diri akan lebih mampu mengelola kelas dan menyampaikan materi dengan cara yang menarik serta mudah dipahami oleh siswa.
“Pendidikan itu bukan hanya tentang kurikulum dan materi pelajaran, tetapi juga tentang bagaimana seorang guru mengelola kelas dan menjalin komunikasi yang baik dengan siswa,” katanya.
Selain peningkatan kualitas pengajaran di sekolah, Heri juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak-anak.
“Orang tua juga harus mendukung anak-anak mereka dalam hal belajar dan mengembangkan potensi di luar sekolah,” kata Heri.
Heri juga menekankan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar, sehingga anak-anak bisa tumbuh dalam atmosfer yang mendukung perkembangan akademis dan non-akademis mereka.
Dalam konteks anggaran, Heri mendorong agar pemerintah daerah mengalokasikan dana secara bijak untuk kedua program tersebut.
Ia mengingatkan bahwa baik program makan bergizi gratis maupun program peningkatan kualitas pengajaran membutuhkan anggaran yang cukup. Oleh karena itu, pemerintah harus memastikan bahwa dana yang dialokasikan untuk pendidikan dan kesehatan dapat digunakan dengan tepat dan efektif.
“Anggaran pendidikan dan kesehatan harus dimanfaatkan secara optimal. Jangan sampai ada tumpang tindih dalam pengalokasian anggaran yang dapat menyebabkan salah satu program kurang maksimal,” terangnya.
“Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan generasi yang unggul, tetapi untuk mencapainya, kita harus memastikan bahwa anak-anak kita tumbuh dalam kondisi yang sehat dan memiliki gizi yang cukup. Pemerintah, sekolah, dan masyarakat harus bekerja sama untuk mewujudkan tujuan ini,” pungkasnya.



