Polda Jateng Naikan Kasus Kematian Dokter Aulia Risma ke Tahap Penyidikan

Date:

INDORAYA – Polda Jawa Tengah (Jateng) menaikan penanganan kasus kematian mahasiswi program pendidikan dokter spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip), dr Aulia Risma Lestari (30) ke tahapan penyidikan.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto menyampaikan naiknya status penyelidikan ke penyidikan mulai pada tanggal 7 Oktober 2024 lalu. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan gelar perkara secara internal bersama para ahli pada Selasa ini.

“Jadi Seminggu ini sudah lakukan penetapan untuk naik proses sidik [penyidikan]. Hari ini sudah laksanakan gelar perkara, analisis dan evaluasi. Namun, perlu disampaikan bahwa masih perlu adanya pendalaman kasus ini,” kata Artanto saat menyampaikan perkembangan kasus di Mapolda Jateng, Selasa (15/10/2024) sore.

Baca Juga: Penanganan Kasus Dokter Aulia Masih Berlanjut, Polda Jateng Periksa 46 Saksi

Terkait tersangka dari kasus ini, Artanto mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman. Namun, penyidik Polda Jateng sudah mengantongi nama calon tersangka yang akan segera ditetapkan.

“Ada beberapa syarat persyaratan tertentu yang dijalani penyidik dalam rangka tetapkan tersangka. Dan sampai saat ini masih ada upaya pendalaman hasil gelar perkara. Penyidik harus hati-hati sekali dalam menetapkan tersangka. Asas praduka tak bersalah harus penuhi prosedur,” jelasnya.

Meski belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, ia menuturkan pihaknya telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke kejaksaan.

Artanto mengatakan tak ada kendala selama proses pendalaman kasus,

“Tak ada kendala. Penyidik punya kewajiban moral percepat kasus ini. Prinsipnya saat ini sedang pendalaman untuk tetapkan siapa tersangkanya. [Ada berapa tersangka?] Nanti kita sampaikan, ini proses untuk penuhi syarat,” tegasnya.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Hampir 80 Persen Mata Air Muria Kering, Pemprov Jateng Siapkan Rorak sebagai Solusi Cepat

Hampir 80 persen dari 116 titik mata air di kawasan Gunung Muria dalam kondisi kering atau mati. Untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan itu sekaligus menekan ancaman banjir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan pembangunan rorak atau lubang resapan air di kawasan hutan.

Progres Baru 46 Persen, Gus Yasin Minta Talud Colo Kudus Rampung Sebelum 15 Desember

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta kontraktor menyelesaikan pembangunan talud di ruas Kudus-Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, paling lambat 15 Desember 2026.

Buruh Jateng Desak UMP 2027 Sesuai KHL, Minta Upah Sektoral Diperluas

Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJaT) mendesak Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menetapkan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2027 sesuai kebutuhan hidup layak (KHL).

KY Kenalkan PERANTAU, Upaya Baru Tingkatkan Efektivitas Pengawasan Hakim

Komisi Yudisial (KY) memperkenalkan inovasi Rintisan Pengadilan Ramah Pantau (PERANTAU) sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengawasan perilaku hakim. Program ini mulai dirintis dengan menjadikan Pengadilan Negeri (PN) Semarang sebagai lokasi percontohan.