
INDORAYA – Sejumlah kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah diterjang banjir bandang pada Senin (26/12/22) malam. Di antaranya yaitu Kecamatan Geyer, Klambu, Kradenan, dan Pulokulon.
Akibat kejadian itu, total delapan rumah dan seekor sapi hanyut terbawa arus.
Tak hanya itu, sejumlah rumah juga rusak dan roboh.
Menurut laporan BPBD Grobogan, masing-masing ada tiga rumah di Dusun Drojo RT 03 RW 07 dan Dusun Bangsri RT 05 RW 02 Desa Bangsri, Kecamatan Geyer hanyut.
Kemudian seekor sapi di Dusun Bangsri juga dilaporkan ikut hanyut terbawa banjir bandang.
Sementara itu, bagian depan sebuah rumah di RT 02 RW 02 di Dusun Bangsri ikut hanyut dan hampir roboh.
Kemudian, di Dusun Getas Geneng, Desa Bangsri, ada sebuah rumah yang longsor pada bagian belakangnya.
Bahkan, di Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer, dua rumah di Dusun Karang RT 06 RW 01 beserta isinya hanyut diterjang banjir. Selain itu, perabot rumah tangga hingga sejumlah uang tunai milik lima warga di RT yang sama juga hanyut.
Sementara itu, area persawahan di Desa Rejosari, Kecamatan Kradenan juga tergenang banjir. Meskipun begitu, di daerah ini genangan dilaporkan tidak sampai memasuki pemukiman warga.
Selanjutnya, di Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon, total ada 17 rumah mengalami rusak ringan akibat banjir setinggi hingga satu meter. Di mana rinciannya yaitu, Dusun Ngantru (14) rumah, Setren (2 rumah) dan Lengkong (1) rumah.
Di Desa Klambu, Kecamatan Klambu, ada enam dusun yang tergenang dengan ketinggian hingga 20 cm.
Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih menyatakan, meski banjir sudah mulai surut, dia meminta agar warga meningkatkan kewaspadaannya.
’’Genangan di seluruh desa sudah surut. Kemudian, aliran air dari Desa Bangsri menuju Asemrudung kemudian menuju Sungai Glugu. Untuk itu, mohon warga di sepanjang aliran Sungai Glugu meningkatkan kewaspadaannya,’’ ungkapnya, Selasa (27/12/2022).
Endang menuturkan, banjir disebabkan hujan deras sejak pukul 14.00 hingga 18.00 WIB.
Selain itu, juga disebabkan air dari hutan yang mengalir ke sungai. Sedangkan sungai tak mampu menampung.
’’Kepada warga terdampak, Tim sudah melakukan asesmen dan memberikan bantuan logistik,’’ imbuhnya.


