INODRAYA – SMA Negeri 8 Kota Semarang berhasil menghemat pemakaian listrik dengan memasang pembangkit listrik tenaga surya. Pemasangan panel surya itu digunakan untuk fasilitas pojok charger siswa, pembangkit listrik tanaman hydroponik dan pembangkit listrik lampu koridor sekolah.
Selain untuk fasilitas di atas itu, pemasangan listrik tenaga surya juga untuk mengimplementasikan program Adiwiyata pada bidang konservasi energi SMA N 8 Kota Semarang.
Pembuatan pembangkit tenaga situ ini bekerja sama dengan kampus negeri ternama di Kota Semarang, yakni Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Pemasangan Panen Surya dilakukan di atas atap Gedung Perpustakaan dengan rincian dua panel berukuran 160, dan Aki atau Baterai sebesar 100 Ah yang dapat nantinya dapat menghasilkan output sebesar 300 WP (Watt Peac).
Ketua Adiwiyata SMAN 8, Qomaruddin Rizal merasa senang bisa terealisasikan pemasangan panel surya tersebut.
Adanya pemasangan ini, menurutnya investasi edukasi untuk anak-anak ke depannya khususnya dalam pemanfaatan energi di lingkungan sekolah.
“Yang utama panel surya ini merupakan bagian dari materi pelajaran fisika, jadi nanti ketika guru mengajar tidak hanya penunjukan gambar. Secara real mungkin memang tidak langsung membuat penggunaan listrik kita langsung hemat tapi sebagai edukasi ini merupakan investasi edukasi kita untuk masa depan anak-anak,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (10/8/2022).
Kepala Sekolah SMA N 8 Semarang, Suparmi mendukung pemasangan listrik tenaga surya di sekolahannya.
Selain itu, kata dia, segala kegiatan di lingkungan sekolah yang telah terlaksana sudah atas dasar ijin dan mendapat dukungan penuh dari orang tua murid, tak terkecuali pemasangan panel surya ini.
Suparmi berharap, selain memberikan fasilitas belajar, mengajar lebih lengkap juga dapat menumbuhkan kesadaran anak untuk dapat memanfaatkan energi listrik dengan sebaik-baiknya.
“Harapan kita anak-anak setelah mendapatkan edukasi ini dalam kesehariannya baik di sekolah maupun dilingkungan masyarakat bisa menghemat energi. Dengan adanya pemasangan panel surya minimal bisa mengurangi penggunaan listri di sekolah. Harapannya tahun-tahun berikutnya kita bisa meningkatkan watt nya untuk lebih besar lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Pembimbing Teknis Djoko Adiwidodo menyebut, pemasangan panel surya seperti ini bukan hal baru di Indonesia.
Namun ia memastikan pembangkit listrik tenaga surya itu terbukti sangat mudah dalam penggunaannya. Hanya, cukup perawatan secara berkala dan terus dilakukan.
“Teknologi panel surya dari sisi instalasi itu sederhana, perawatannya yang harus di perhatikan adalah kebersihan panel (permukaan panel), koneksi di aki (baterainya) jadi di terminalnya harus sering di bersihkan dan di cek,” ucap Djoko.
“Keamananya itu aman sejauh instalasi di baterainya tidak terjadi konslet, maka itu harus sering di bersihkan setiap harinya yang terpenting ketelatenan atau perhatian perawatan,” imbuh pria yang kesehariannya merupakan pengajar dari Fakultas Teknik Elektro UNNES.
Sebagai informasi, dalam proses pemasangan panel surya ini menghabiskan dana hingga Rp 13 Juta. Nantinya Panel Surya ini dalam pengawasan oleh guru dan para Kader Adiwiyata dalam perawatan sehari-harinya.


