INDORAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat capaian signifikan dalam penguatan ekonomi desa. Sebanyak 97,25 persen desa di Jawa Tengah telah membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai penggerak ekonomi berbasis potensi lokal.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan, dari total 7.810 desa di Jawa Tengah, 7.595 desa di antaranya sudah memiliki BUMDes.
“Dari 7.810 desa di Jawa Tengah, tercatat sebanyak 7.595 desa telah membentuk BUMDes,” katanya di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (14/1/2025).
Meski demikian, Gus Yasin, menyebutkan bahwa jumlah BUMDes yang telah berbadan hukum masih perlu ditingkatkan. Hingga akhir September 2024, tercatat 2.985 BUMDes telah memiliki legalitas resmi.
“Sehingga memang perlu kita dorong,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Ia berharap momentum ini dapat memperkuat komitmen pemerintah daerah dan desa dalam membangun ekonomi lokal melalui kelembagaan ekonomi desa yang berkelanjutan.
Selain penguatan kelembagaan, penyelenggaraan Hari Desa Nasional juga dinilai memberi dampak langsung terhadap perputaran ekonomi di wilayah sekitar. Menurut Gus Yasin, tingginya aktivitas masyarakat selama acara berlangsung turut mendorong sektor jasa dan usaha lokal.
Ia juga mendorong agar BUMDes bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna mempercepat pertumbuhan ekonomi desa dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi tersebut, kata dia, diyakini dapat memperkuat ekonomi desa sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Tabrani, mengatakan bahwa pameran produk unggulan desa menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan Hari Desa Nasional 2026.
Lebih dari 90 pelaku UMKM, termasuk dari BUMDes terbaik, turut ambil bagian dalam pameran tersebut.
“Pameran produk unggulan ini merupakan salah satu rangkaian utama peringatan Hari Desa di tahun 2026, yang kami jadikan wadah promosi, apresiasi, dan penguatan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan pentingnya langkah konkret dalam memperkuat ekonomi desa, salah satunya dengan mendorong pelaku usaha desa agar mampu naik kelas.
“Ini adalah cara konkret untuk membangun dari desa dan dari bawah, ini untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, sekaligus pemberantasan kemiskinan,” katanya.




