INDORAYA – Sebanyak 16.186 perantau asal Jawa Tengah mengikuti program Mudik Gratis Lebaran 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Para peserta akan diantar hingga ke daerah tujuan menggunakan ratusan armada bus yang disiapkan panitia.
Ratusan bus tersebut mulai berdatangan di Areal Parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, sejak Minggu (15/3/2026). Armada itu disiapkan untuk mengangkut ribuan pemudik yang akan diberangkatkan pada Senin (16/3/2026).
Di lokasi, panitia terlihat melakukan berbagai persiapan, mulai dari pengecekan nomor armada, tujuan mudik, hingga kelengkapan hasil ramp check dari Dinas Perhubungan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Risturino, mengatakan total bus yang disiapkan untuk program mudik gratis dari TMII mencapai 325 unit.
“Bus sudah mulai berdatangan sejak pagi tadi. Total ada 325 bus yang masuk ke TMII. Sesuai standar, bus sudah dilakukan rampchek oleh Dishub masing-masing,” kata Risturino saat ditemui di lokasi.
Ratusan bus tersebut berasal dari berbagai pihak yang berkolaborasi dalam program mudik gratis. Terdiri atas 70 bus dari Pemprov Jateng, 175 bus dari pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah, 53 bus dari Bank Jateng, 17 bus dari PT Jasa Raharja, delapan bus dari PT Semen Gresik, serta masing-masing satu bus dari Perum Perumnas dan PT Tirta Investama.
Menurut Risturino, jumlah peserta mudik gratis tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu seiring dengan bertambahnya jumlah armada yang disediakan.
“Total pemudik yang terdaftar sebanyak 16.186 orang. Tujuan mudik terbanyak Wonogiri, Surakarta, Grobogan, dan Banjarnegara. Rata-rata pekerjaannya itu pengemudi ojol (ojek online), asisten rumah tangga (ART), dan buruh yang berpenghasilan di bawah Rp5 juta,” jelasnya.
Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat untuk mengikuti program ini terlihat dari cepatnya kuota pendaftaran yang langsung habis dalam waktu singkat.
Selain pemberangkatan dari Jakarta, program mudik gratis juga dilaksanakan dari Bandung dengan menyiapkan 23 unit bus yang mampu mengangkut sekitar 1.133 penumpang.
Armada tersebut terdiri atas 11 bus dari Baznas Jateng, dua bus dari Kabupaten Banjarnegara, tujuh bus dari Kabupaten Cilacap, serta tiga bus dari Kabupaten Sukoharjo. Para pemudik dari Bandung rencananya akan diberangkatkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pada Senin (16/3/2026) pukul 12.00 WIB.
Selain menggunakan bus, Pemprov Jateng juga menyediakan program mudik gratis melalui moda kereta api yang akan diberangkatkan pada 17 Maret 2026 dengan total 17 rangkaian kereta dan 1.288 kursi.
Rangkaian tersebut terbagi dalam dua rute, yakni dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Solo Balapan menggunakan KA Jaka Tingkir, serta dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Poncol Semarang menggunakan KA Tawang Jaya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan program mudik gratis ini merupakan bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat Jawa Tengah yang merantau di berbagai daerah.
“Bupati dan wali kota saya minta ikut jemput ke sana dan menyapa masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman. Mereka adalah duta kita di perantauan dan kebanyakan adalah pekerja informal. Kita berikan layanan tebaik bagi masyarakat kita, ini wujud pengabdian kita,” katanya beberapa waktu lalu.
Sementara itu, salah satu sopir bus, Widodo, mengaku telah mempersiapkan berbagai hal untuk memastikan perjalanan pemudik berjalan lancar, mulai dari pengecekan kendaraan hingga kesiapan fisik pengemudi.
“Bus sudah dicek, sudah lulus dan dipasang stiker rampchek, ada tes kesehatan juga. Setiap bus ada dua kru ditambah sopir cadangan,” ujarnya.
Tahun ini merupakan kali kelima Widodo mengantar peserta mudik gratis dari Jakarta ke berbagai daerah di Jawa Tengah. Ia mengaku turut merasakan kebahagiaan karena pernah mengalami sulitnya mendapatkan tiket mudik saat masih menjadi perantau.
“Ikut bahagia juga, pernah merasakan ngantre cari tiket, sekarang bisa mengantar mereka mudik. Tahun ini mengantar pemudik ke Demak, tahun lalu ke Semarang, sebelumnya ke Solo, Wonogiri,” tutur sopir asal Boyolali tersebut.


