Warga Resah Tertipu Hoaks Penutupan Jalan Gombel Lama Semarang 14 April, BBPJN Angkat Bicara

Date:

INDORAYA – Masyarakat Kota Semarang diminta untuk lebih selektif dalam menerima informasi yang beredar di media sosial dan grup WhatsApp. Pasalnya, muncul kabar bohong atau hoaks yang menyebutkan penutupan Jalan Gombel Lama akan dilakukan lebih awal pada 14 April 2026, padahal jadwal resmi baru akan dimulai pada 20 April mendatang.

Kabar simpang siur tersebut sempat memicu keresahan di kalangan warga, terutama mereka yang setiap hari melintasi jalur utama penghubung wilayah atas dan bawah Kota Semarang tersebut.

Lia, salah seorang warga, mengaku bingung setelah menerima pesan berantai yang mencantumkan gambar pengumuman palsu.

“Saya dapat info dari grup WA kalau tutupnya tanggal 14. Padahal sebelumnya setahu saya tanggal 20 April,” ungkapnya.

Keresahan serupa dirasakan oleh Sutrisno (55), warga Tembalang. Ia mengeluhkan potensi kemacetan parah jika penutupan dilakukan mendadak tanpa persiapan matang dari pengguna jalan.

Menurutnya, perubahan arus di Jalan Gombel Baru menjadi dua arah otomatis akan memicu penumpukan volume kendaraan yang luar biasa.

“Pasti jalannya akan lebih sesak, macet parah. Kalau mau lancar, saya harus cari akal dengan memutar lewat Jangli tembus Jalan Dr. Wahidin. Memang lebih jauh, tapi yang penting lancar,” keluh Sutrisno.

Menanggapi hal itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY, Alfan Noor Rizal, dengan tegas membantah adanya percepatan jadwal penutupan tersebut. Ia memastikan proyek rekonstruksi jalan masih berjalan sesuai rencana awal.

“Masih seperti rencana semula, bahwa perkiraan penutupan itu tanggal 20 April 2026. Hingga saat ini kami masih dalam tahap sosialisasi dengan warga terdampak. Minggu depan kami baru akan berkoordinasi kembali dengan pihak kepolisian dan perhubungan untuk mematangkan manajemen lalu lintas,” tegas Alfan.

Alfan menambahkan, saat ini tim teknis di lapangan masih melakukan serangkaian persiapan berupa pengukuran dan pengecekan teknis. Ia meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh informasi yang bukan berasal dari kanal resmi pemerintah.

“Saat ini kami masih melakukan pengukuran dan pengecekan teknis di lapangan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, proyek rekonstruksi Jalan Gombel Lama sepanjang 1,27 kilometer ini akan menelan anggaran sebesar Rp 17,5 miliar dengan target penyelesaian dalam tujuh bulan. Selama pengerjaan berlangsung, arus lalu lintas akan ditutup total dan dialihkan ke Jalan Gombel Baru yang difungsikan menjadi dua arah.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Hampir 80 Persen Mata Air Muria Kering, Pemprov Jateng Siapkan Rorak sebagai Solusi Cepat

Hampir 80 persen dari 116 titik mata air di kawasan Gunung Muria dalam kondisi kering atau mati. Untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan itu sekaligus menekan ancaman banjir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan pembangunan rorak atau lubang resapan air di kawasan hutan.

Progres Baru 46 Persen, Gus Yasin Minta Talud Colo Kudus Rampung Sebelum 15 Desember

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta kontraktor menyelesaikan pembangunan talud di ruas Kudus-Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, paling lambat 15 Desember 2026.

Buruh Jateng Desak UMP 2027 Sesuai KHL, Minta Upah Sektoral Diperluas

Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJaT) mendesak Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menetapkan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2027 sesuai kebutuhan hidup layak (KHL).

KY Kenalkan PERANTAU, Upaya Baru Tingkatkan Efektivitas Pengawasan Hakim

Komisi Yudisial (KY) memperkenalkan inovasi Rintisan Pengadilan Ramah Pantau (PERANTAU) sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengawasan perilaku hakim. Program ini mulai dirintis dengan menjadikan Pengadilan Negeri (PN) Semarang sebagai lokasi percontohan.