Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Satu Dekade, Penyaluran KUR di Jawa Tengah Tembus Rp361,36 Triliun
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Satu Dekade, Penyaluran KUR di Jawa Tengah Tembus Rp361,36 Triliun

By Redaksi Indoraya
Rabu, 22 Okt 2025
Share
3 Min Read
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

INDORAYA – Selama periode 2015 hingga 2025, total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Jawa Tengah mencapai Rp361,36 triliun, dengan jumlah debitur mencapai 10,31 juta orang. Khusus sepanjang tahun 2025, sejak Januari hingga 9 Oktober, tercatat sebanyak 667.067 debitur telah melakukan akad kredit dengan total nilai sekitar Rp34,73 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Akad Massal KUR yang melibatkan 800.000 pelaku UMKM se-Indonesia. Acara ini dipusatkan di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa (21/10/2025).

Gubernur Ahmad Luthfi, yang turut didampingi oleh Sekda Jateng Sumarno dan Direktur Utama Bank Jateng Irianto Harko Saputro, serta sekitar 800 debitur lainnya, mengikuti kegiatan tersebut secara virtual dari Grhadika Bhakti Praja, Semarang.

Dalam sambutannya, Luthfi menyampaikan bahwa KUR merupakan bagian dari kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk mendukung pelaku UMKM melalui pembiayaan dengan suku bunga rendah. Ia menambahkan, di Jawa Tengah terdapat sekitar 20 bank yang turut menyalurkan KUR, termasuk Bank Jateng.

“Dengan biaya bunga yang rendah, kemudian bank-bank ikut menggerakkan ekonomi di basis mikro, yaitu usaha mikro, kecil, dan menengah,” bebernya.

Ia juga menekankan bahwa UMKM menjadi salah satu pilar utama perekonomian di Jawa Tengah. Terdapat sekitar 4,2 juta UMKM yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah harus hadir melalui dukungan permodalan dari perbankan, serta memberikan bimbingan dan pendampingan yang memadai.

“Kalau mereka berkembang, maka secara tidak langsung akan menumbuhkembangkan ekonomi baru di wilayah kita,” ujar dia.

Lebih jauh, ia mengatakan bahwa sektor UMKM memiliki peran besar dalam membuka lapangan pekerjaan, baik untuk pelaku usaha itu sendiri maupun bagi orang lain di sekitarnya.

Untuk diketahui, terdapat beberapa jenis dan skema KUR yang disalurkan kepada pelaku UMKM, antara lain KUR Supermikro dengan plafon maksimal Rp20 juta untuk usaha ultra mikro atau pemula, KUR Mikro dengan plafon Rp10 juta hingga Rp100 juta bagi usaha kecil yang ingin bertumbuh, serta KUR Kecil dengan plafon Rp100 juta hingga Rp500 juta untuk usaha yang sudah berkembang.

Selain itu, tersedia pula KUR Pekerja Migran untuk calon pekerja migran sebagai modal kerja atau pelatihan, serta KUR Khusus bagi kelompok usaha klaster di sektor produktif seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan UMKM lainnya, dengan plafon mencapai Rp500 juta per anggota.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro, menyampaikan bahwa hingga 18 Oktober 2025, Bank Jateng telah menyalurkan KUR sebesar Rp4,438 triliun, atau 64 persen dari alokasi total sebesar Rp7 triliun. Selain itu, total KUR yang telah disalurkan mencapai Rp10,327 triliun kepada 83.913 debitur, dengan tingkat kredit bermasalah (NPL) sebesar 1 persen.

Irianto juga menjelaskan, dalam kegiatan akad massal KUR tersebut, Bank Jateng menghadirkan sebanyak 800 debitur dari seluruh Jawa Tengah, yang terdiri dari 555 debitur KUR Kecil, 230 debitur KUR Mikro, dan 15 debitur KUR Super Mikro.

TAGGED:Gubernur Jawa Tengah Ahmad LuthfiPenyaluran KUR di Jawa Tengah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin Selasa, 13 Jan 2026
  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Kuota Haji Jateng 2026 Naik Jadi 34.122, Jemaah Mulai Berangkat Bulan April

Senin, 12 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?