Meriahkan HUT ke-1120, Pemkot Magelang Gelar Event Budaya hingga Sport Tourism

Date:

INDORAYA – Pemerintah Kota Magelang menyiapkan rangkaian event budaya dan pariwisata untuk memeriahkan Hari Jadi ke-1.120. Perayaan tahun ini tidak hanya berfokus pada seremoni, tetapi juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat identitas budaya daerah.

Pemerintah Kota Magelang menghadirkan berbagai agenda dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-1.120 dengan mengusung tema “Satu Langkah, Satu Harmoni, Menuju Kota Magelang Peduli dan Asri”. Rangkaian kegiatan dirancang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menegaskan bahwa momentum hari jadi dimanfaatkan untuk menggerakkan berbagai sektor, mulai dari budaya hingga pariwisata.

“Rangkaian Hari Jadi ke-1120 ini menjadi sarana untuk mendorong partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat identitas dan daya saing Kota Magelang,” ujar Damar, saat konferensi pers di kantor Wali Kota Magelang, Rabu (1/4/2026).

Sejumlah agenda unggulan telah disiapkan. Dari sektor budaya, acara Grebeg Gethuk akan digelar pada 12 April 2026 di Alun-Alun Kota Magelang. Kegiatan ini akan diawali dengan fragmen sejarah Bumi Mantyasih, dilanjutkan kirab budaya, sendratari kolosal, hingga prosesi grebeg gethuk yang melibatkan masyarakat.

Di sektor ekonomi, Pemkot menghadirkan program Magelang Great Sale (MGS) yang berlangsung mulai 11 April hingga 11 Mei 2026. Program ini melibatkan pelaku usaha dari berbagai sektor melalui penawaran diskon dan undian berhadiah untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Sementara itu, sektor olahraga juga turut meramaikan peringatan dengan sejumlah event berskala nasional. Kejuaraan Tenis Junior Wali Kota Cup 2026 akan digelar pada 15–17 Mei 2026 sebagai ajang pembinaan atlet muda sekaligus promosi sport tourism.

Tak hanya itu, event Magelang Reli Mobil Kuno PPMKI Jateng Tour 2026 pada 2 Mei 2026 akan menghadirkan ratusan kendaraan klasik untuk memperkenalkan destinasi wisata di wilayah Magelang dan sekitarnya.

Puncak kegiatan olahraga akan berlangsung melalui ajang “Tidar Borobudur 10K” pada 24 Mei 2026 yang menargetkan 8.000 peserta, dengan kategori 10K Race, 5K Race, dan 3K Fun Run.

“Kegiatan ini tidak hanya meramaikan peringatan hari jadi, tetapi juga menjadi upaya nyata menggerakkan ekonomi dan memperkuat posisi Kota Magelang sebagai kota berbasis pariwisata dan olahraga,” kata Damar.

Sebagai penutup, rangkaian perayaan akan ditutup dengan event budaya Magelang Tempo Doeloe (MTD) pada 5–7 Juni 2026 bertema “Sang Legenda”, yang menghadirkan suasana historis melalui pameran, kuliner tradisional, serta pertunjukan seni budaya.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, peringatan Hari Jadi ke-1.120 Kota Magelang diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus memperkuat citra kota sebagai destinasi budaya dan pariwisata.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Hampir 80 Persen Mata Air Muria Kering, Pemprov Jateng Siapkan Rorak sebagai Solusi Cepat

Hampir 80 persen dari 116 titik mata air di kawasan Gunung Muria dalam kondisi kering atau mati. Untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan itu sekaligus menekan ancaman banjir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan pembangunan rorak atau lubang resapan air di kawasan hutan.

Progres Baru 46 Persen, Gus Yasin Minta Talud Colo Kudus Rampung Sebelum 15 Desember

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta kontraktor menyelesaikan pembangunan talud di ruas Kudus-Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, paling lambat 15 Desember 2026.

Buruh Jateng Desak UMP 2027 Sesuai KHL, Minta Upah Sektoral Diperluas

Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJaT) mendesak Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menetapkan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2027 sesuai kebutuhan hidup layak (KHL).

KY Kenalkan PERANTAU, Upaya Baru Tingkatkan Efektivitas Pengawasan Hakim

Komisi Yudisial (KY) memperkenalkan inovasi Rintisan Pengadilan Ramah Pantau (PERANTAU) sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengawasan perilaku hakim. Program ini mulai dirintis dengan menjadikan Pengadilan Negeri (PN) Semarang sebagai lokasi percontohan.