Jateng Dapat Tambahan 3 Ribu Kuota Haji, Beban Biaya Tiap Jemaah Rp 56 Juta

Date:

INDORAYA – Sebagai daerah kedua dengan jumlah jemaah haji tertinggi di Indonesia, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mendapat tambahan sebanyak 3.093 kuota haji pada tahun 2024 mendatang.

“Kuota haji di Jawa Tengah dapat tambahan cukup besar sekitar 3.093 dari sekitar 30 ribuan,” kata Ketua Tim Reses Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, saat reses di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (6/12/2023).

Menurut Wachid, penambahan kuota haji diperlukan karena Jateng ialah daerah kedua dengan jumlah jemaah haji tertinggi di Indonesia. Peringkat pertama jumlah jemaah haji terbanyak yaitu Jawa Timur.

Dia melanjutkan, saat ini, biaya haji tahun 2024 sudah ditetapkan oleh Kementerian Agama dan tinggal menunggu Keputusan Presiden. Adapun beban biaya haji yang ditanggung tiap jemaah sebesar Rp 56 juta.

Diterangkannya, sebelumnya pemerintah usul biaya haji sebesar Rp105 juta. Atas permintaan DPR, diturunkan menjadi Rp 93 juta. Karena ada bantuan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sekitar 40 persen, maka hasil akhirnya adalah Rp 56 juta.

“Jemaah itu punya tabungan Rp25 juta, artinya tinggal membayar sekitar Rp31 jutaan. Kami juga mintakan agar ada virtual account dengan rata-rata setiap jemaah haji Rp2 juta, jadi angka pelunasannya untuk jemaah haji tinggal membayar Rp29 juta,” kata Mantan Ketua DPD Gerindra Jateng tersebut.

Sementara itu, Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana menilai, penambahan kuota haji sebanyak 3.093 jemaah pada 2024 dapat membantu mengurangi antrean haji atau daftar tunggu masyarakat.

“Ada penambahan kuota kurang lebih tiga ribu jemaah haji di Jawa Tengah pada tahun 2024. Saya rasa ini bisa untuk mengurangi daftar tunggu masyarakat,” katanya.

Hingga kini, ada sebanyak 880.522 calon jemaah haji asal Jateng yang masuk dalam daftar tunggu. Perhitungannya, lama masa tunggu sekitar 31 tahun. Oleh karena itu, penambahan kuota dianggap membantu mengurangi masa tunggu.

Dalam kesempatan itu, dia juga menerima masukan untuk membangun embarkasi baru, tepatnya di Kabupaten Demak. Daerah ini dinilai cukup strategis untuk melayani jemaah haji di wilayah pantura hingga bagian tengah Jateng.

“Ada masukan untuk dibuatkan embarkasi di Demak. Selama ini untuk jemaah haji kita siapkan di Donohudan. Ini akan kami koordinasikan dengan Bupati Demak untuk mencari lokasinya,” ungkap Nana Sudjana.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Hampir 80 Persen Mata Air Muria Kering, Pemprov Jateng Siapkan Rorak sebagai Solusi Cepat

Hampir 80 persen dari 116 titik mata air di kawasan Gunung Muria dalam kondisi kering atau mati. Untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan itu sekaligus menekan ancaman banjir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan pembangunan rorak atau lubang resapan air di kawasan hutan.

Progres Baru 46 Persen, Gus Yasin Minta Talud Colo Kudus Rampung Sebelum 15 Desember

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta kontraktor menyelesaikan pembangunan talud di ruas Kudus-Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, paling lambat 15 Desember 2026.

Buruh Jateng Desak UMP 2027 Sesuai KHL, Minta Upah Sektoral Diperluas

Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJaT) mendesak Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menetapkan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2027 sesuai kebutuhan hidup layak (KHL).

KY Kenalkan PERANTAU, Upaya Baru Tingkatkan Efektivitas Pengawasan Hakim

Komisi Yudisial (KY) memperkenalkan inovasi Rintisan Pengadilan Ramah Pantau (PERANTAU) sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengawasan perilaku hakim. Program ini mulai dirintis dengan menjadikan Pengadilan Negeri (PN) Semarang sebagai lokasi percontohan.