Bankeupemdes Rp250 Juta Ubah Wajah Banyubiru Semarang, Warga Manfaatkan Talud dan Drainase Baru

Date:

INDORAYA – Bantuan Keuangan Pemerintah Desa (Bankeupemdes) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai dirasakan manfaatnya oleh warga Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Melalui bantuan senilai Rp250 juta pada 2025, sejumlah pembangunan talud drainase dan talud penahan tebing berhasil dilakukan untuk mengurangi risiko banjir dan longsor.

Kepala Desa Banyubiru, Sri Anggoro Siswaji, mengatakan bantuan tersebut terdiri atas Rp200 juta untuk pembangunan talud drainase di Dusun Cerbonan dan Tegalwuni, serta Rp50 juta untuk pembangunan talud penahan tebing di Dusun Dangkel.

“Manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Selain mengurangi risiko banjir dan longsor, pembangunan ini juga mendukung pengembangan kawasan wisata di desa,” katanya.

Menurut Anggoro, seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan pola pemberdayaan masyarakat. Dana yang masuk ke rekening desa dikelola bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dengan melibatkan tenaga kerja lokal dan pembelian material dari toko-toko di desa.

“Yang mengerjakan warga, pembelanjaannya juga di desa. Jadi perputaran ekonominya kembali ke masyarakat. Dampaknya benar-benar dirasakan warga,” ungkap Sri Anggoro.

Selain dampak ekonomi, pembangunan tersebut juga memberikan manfaat langsung bagi lingkungan permukiman warga. Ketua RT 3 RW 7 Dusun Tegalwuni, Teguh Purono, mengatakan talud drainase yang dibangun mampu memperlancar aliran air dan mengurangi potensi banjir yang sebelumnya sering terjadi.

“Sebelum ada talud, saluran air sering tersumbat dan menyebabkan banjir. Setelah dibangun, aliran air menjadi lancar, dan juga membantu pengairan lahan pertanian warga,” ujarnya.

Pembangunan talud tersebut juga dikerjakan secara gotong royong oleh warga dari enam RT di Dusun Tegalwuni sehingga proses pengerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal.

Manfaat serupa dirasakan warga Dusun Dangkel. Sugiarto mengatakan kawasan yang sebelumnya rawan longsor kini menjadi lebih aman setelah dibangun talud penahan tebing.

“Setelah ada talud, warga merasa lebih aman dan nyaman. Jalan tidak lagi tertutup material longsoran, lingkungan juga terlihat lebih rapi dan indah,” katanya.

Menurut Sugiarto, pembangunan tersebut menjadi bukti nyata bahwa dana publik yang dihimpun pemerintah dapat kembali dalam bentuk program yang langsung dirasakan masyarakat.

“Warga tentu senang karena manfaatnya bisa dirasakan langsung. Ini membuat masyarakat semakin paham, bahwa pajak yang dibayarkan akan kembali untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya. [ADV]

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Hampir 80 Persen Mata Air Muria Kering, Pemprov Jateng Siapkan Rorak sebagai Solusi Cepat

Hampir 80 persen dari 116 titik mata air di kawasan Gunung Muria dalam kondisi kering atau mati. Untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan itu sekaligus menekan ancaman banjir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan pembangunan rorak atau lubang resapan air di kawasan hutan.

Progres Baru 46 Persen, Gus Yasin Minta Talud Colo Kudus Rampung Sebelum 15 Desember

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta kontraktor menyelesaikan pembangunan talud di ruas Kudus-Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, paling lambat 15 Desember 2026.

Buruh Jateng Desak UMP 2027 Sesuai KHL, Minta Upah Sektoral Diperluas

Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJaT) mendesak Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menetapkan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2027 sesuai kebutuhan hidup layak (KHL).

KY Kenalkan PERANTAU, Upaya Baru Tingkatkan Efektivitas Pengawasan Hakim

Komisi Yudisial (KY) memperkenalkan inovasi Rintisan Pengadilan Ramah Pantau (PERANTAU) sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengawasan perilaku hakim. Program ini mulai dirintis dengan menjadikan Pengadilan Negeri (PN) Semarang sebagai lokasi percontohan.