
INDORAYA – Dua orang pengendara sepeda motor yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang di Jalan Pandanaran, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Pohon besar yang diduga telah lapuk di bagian bawah itu roboh saat sejumlah kendaraan melintas di lokasi. Selain menewaskan dua orang, peristiwa tersebut juga menyebabkan seorang pengemudi ojek online (ojol) mengalami luka ringan.
Ketiga korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Pasutri dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang, sedangkan pengemudi ojol dilarikan ke RS Hermina Pandanaran.
Kapolsek Semarang Tengah Kompol Sugito membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan dua pengendara sepeda motor meninggal dunia, sementara satu korban lainnya mengalami luka ringan.
“Dua orang pengendara motor meninggal dunia dan 1 luka ringan,” kata Sugito kepada wartawan, Jumat.
Dua korban meninggal diketahui bernama Susiana (46), warga Kelurahan Karang Tempel, Kecamatan Semarang Timur, dan Christiawan Purbowo (50), warga Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan.
Sementara itu, saksi mata Yusuf mengatakan, saat kejadian kondisi cuaca sedang terik dan tidak disertai hujan maupun angin kencang. Menurutnya, pohon tiba-tiba roboh sekitar waktu azan Jumat.
“Nggak ada angin, nggak ada hujan, tiba-tiba bruk, pohonnya tumbang,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Mendengar suara keras tersebut, Yusuf langsung mendatangi sumber suara. Setibanya di lokasi, ia melihat dua pengendara sepeda motor tertimpa pohon. Salah satunya mengendarai Honda Beat bernomor polisi H 2401 yang ditumpangi dua orang.
Sementara itu, pengemudi ojol yang mengendarai Honda Vario bernomor polisi H 3506 NX berhasil selamat meski mengalami luka ringan.
Yusuf mengatakan pengemudi ojol sempat mengevakuasi sepeda motornya dari lokasi kejadian. Ia juga berusaha menenangkan korban dengan memastikan barang-barangnya tetap aman.
“Pak, masalah motor sama HP aman, enggak usah khawatir,” kata Yusuf kepada pengemudi ojol tersebut.
Namun, ia mengaku tidak berani memberikan pertolongan kepada dua korban yang tertimpa pohon karena melihat kondisi keduanya saat itu.
“Kondisinya sudah begini (kaku), enggak berani nolong,” katanya.
Yusuf yang telah berjualan di kawasan Jalan Pandanaran selama sekitar 10 tahun mengaku baru pertama kali menyaksikan pohon tumbang yang menimbulkan korban jiwa.
“Baru ini kejadian (korban) tewas. Dulu ada di situ, maju sedikit dari lokasi kejadian, pohon tumbang juga, tapi enggak ada korban,” ujarnya.
Peristiwa tersebut sempat mengagetkan para pengguna jalan. Menurut Yusuf, sebuah mobil yang melintas juga nyaris tertimpa pohon, namun berhasil melewati titik jatuhnya pohon sesaat sebelum kejadian.



