INDORAYA – Yayasan Temen Tinemu Temenanan mendorong pemerintah memberikan apresiasi kepada pelajar yang mengikuti lomba olahraga rekreasi masyarakat dengan mengupayakan agar sertifikat keikutsertaan diakui di sekolah dan dihitung sebagai poin prestasi olahraga.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Yayasan Temen Tinemu Temananan, Tri Winarti alias Mbak Wina, seusai diskusi “Menanamkan Nasionalisme dengan Olahraga Rekreasi di Kalangan Pelajar dan Masyarakat Umum” di Hotel Muria Kota Semarang, Minggu (9/11/2025).
“Jadi, saya berharap setelah ini, ketika ada perlombaan seperti ini, tidak hanya sekadar lomba yang menghasilkan piala, tetapi juga sertifikat yang benar-benar diakui pemerintah,” kata dia saat ditemui Indoraya.news seusai acara.
Dia berharap, dengan pengakuan dari pemerintah, sertifikat perlombaan olahraga rekreasi masyarakat nantinya bisa digunakan sebagai nilai kependidikan di jenjang sekolah.
“Sertifikat itu nantinya bisa digunakan sebagai nilai kependidikan di jenjang sekolah, karena dalam pendidikan dibutuhkan nilai-nilai yang diakui,” ujar Mbak Wina.
Lebih lanjut, pihaknya juga berharap Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim, dapat membantu mendorong agar aspirasi tersebut diteruskan ke dinas-dinas terkait.
“Harapan kami, Bapak Mualim bisa membantu teman-teman ini untuk menyampaikan ke dinas-dinas pendidikan, ya Pak,” imbuh Mbak wina.
Ditambahkan, setiap kegiatan yang diselenggarakan pihaknya selalu menyiapkan bibit unggul untuk diikutsertakan dalam Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) maupun Festival Olahraga Masyarakat Daerah (FORDA) Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
“(Kami menyiapkan bibit unggul) betul, untuk maju ke FORDA hingga FORNAS. Itu sangat terkait dengan kerja sama mengenai pengakuan sertifikat perlombaannya. Sertifikat itu bisa dipakai di bidang pendidikan, karena para pesertanya adalah pelajar dan masyarakat umum,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim, menyampaikan dukungannya. Ia menegaskan bahwa pemberian poin prestasi bagi pelajar sangat penting karena pemerintah menerapkan sistem penilaian yang berjenjang.
Karena itu, menurut Mualim, kegiatan yang diselenggarakan yayasan sebaiknya tidak berhenti pada level kota saja, tetapi diperluas hingga tingkat provinsi bahkan nasional agar sertifikat yang diterbitkan memperoleh pengakuan lebih kuat.
“Nanti harus berjenjang, mungkin dimulai dari bibit tingkat kecamatan, kemudian kota, lalu provinsi. Sebelum pelaksanaan, perlu dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan agar ada pengakuan. Jadi semuanya sudah dipersiapkan,” tegas legislator dari Partai Gerindra tersebut.
Ia menambahkan, ke depan pemerintah perlu memberikan bentuk apresiasi yang lebih bermakna kepada pelajar. Menurutnya, apresiasi tidak selalu berupa uang, piala, atau sertifikat, tetapi yang terpenting pengakuan dalam bentuk poin prestasi di dunia pendidikan, mulai dari jenjang dasar hingga menengah.
“Misalnya saat mereka akan melanjutkan sekolah atau melamar pekerjaan, mereka sudah memiliki skill yang dibuktikan dengan sertifikat yang diakui pemerintah maupun penyelenggara. Di sekolah kan ini masuk dalam Sang Juara. Pengakuan seperti ini penting,” bebernya.


