Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Xpose Uncensored Trans7 Tuai Kritik, KPID Jateng: Media Wajib Hormati Tradisi Pesantren
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Xpose Uncensored Trans7 Tuai Kritik, KPID Jateng: Media Wajib Hormati Tradisi Pesantren

By Dickri Tifani
Rabu, 15 Okt 2025
Share
3 Min Read
Ketua KPID Jateng, Muhammad Aulia Assyahiddin. (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Program Xpose Uncensored yang tayang di Trans7 menampilkan konten seputar kehidupan pesantren dan turut menyinggung sosok kiai serta santri.

Ironisnya, dalam siaran pada Senin (13/10/2025) tersebut, program itu juga mencatut nama Kiai Sepuh Anwar Manshur dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Dari cuplikan video yang beredar, tayangan itu memuat narasi yang dianggap mengandung unsur penghinaan terhadap kiai dan santri. Dalam video terdapat kalimat “rela ngesot demi berkah kiai” yang dinilai tidak pantas serta berpotensi menyesatkan publik terkait sosok Kiai Anwar Manshur.

Akibatnya, program tersebut menuai gelombang reaksi keras dari kalangan pesantren. Aksi boikot terhadap Trans7 pun bermunculan di media sosial, dengan tagar #BoikotTrans7 menjadi trending, terutama di platform X (Twitter).

KPID Jawa Tengah Beri Tanggapan

Menanggapi polemik tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah turut bersuara.

KPID Jateng menyayangkan penayangan program tersebut karena dinilai tidak mencerminkan penghormatan terhadap nilai-nilai tradisi dan keberagaman, sebagaimana diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

“Kami menyayangkan tayangan itu. Dalam peraturan P3SPS, penyiaran wajib menghormati nilai-nilai tradisi dan keberagaman, serta tidak boleh melakukan justifikasi atas sesuatu yang berbeda dengan keyakinan kita,” ujar Ketua KPID Jateng, Muhammad Aulia Assyahiddin, saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon, pada Selasa (14/10/2025).

Aulia menegaskan bahwa tradisi pesantren bukan hanya warisan pendidikan agama, tetapi juga bagian penting dari budaya bangsa yang harus dijaga dan dipahami sesuai nilai aslinya.

Menurutnya, pihak luar tidak memiliki hak untuk menilai secara negatif suatu praktik hanya karena berbeda dengan tradisi mereka.

“Yang berhak menilai ya orang-orang pondok sendiri, karena itu tradisi mereka. Media hanya boleh memberitakan, bukan menilai dengan narasi yang menyudutkan,” tegasnya.

KPID Jateng juga mendesak pihak Trans7, terutama tim produksi dan redaksi, agar melakukan evaluasi terhadap proses perancangan dan penayangan konten.

Aulia menilai, siaran yang berpotensi menimbulkan keresahan dapat merusak iklim penyiaran yang selama ini kondusif dan demokratis.

“Tim produksi harus lebih wise, lebih ketat dalam menyeleksi konten agar tidak menimbulkan keresahan. Kasus ini sudah membuat gaduh dan kontraproduktif terhadap dunia penyiaran yang selama ini baik,” ujarnya.

Ia juga memuji langkah klarifikasi dan protes yang dilakukan kalangan pesantren, menyebutnya sebagai sikap bijak untuk menjaga kehormatan lembaga keagamaan.

Aulia menambahkan, KPID Jateng akan segera menggelar sidang pleno guna menelaah isi tayangan, dampaknya terhadap publik, serta kesesuaiannya dengan regulasi penyiaran.

“Kami akan bersidang minggu ini. Nanti kita lihat dalam sidang itu faktor-faktor apa yang memberatkan, yang meringankan sehingga dari situ akan diputuskan apakah akan diberikan teguran atau sanksi yang lebih tegas. Setelah pleno, hasilnya akan kami umumkan ke publik,” jelasnya.

Menanggapi permintaan maaf yang disampaikan pihak Trans7, Aulia menyebut langkah itu sebagai tindakan yang layak diapresiasi. Namun ia menegaskan, hal tersebut tidak menghapus kewajiban regulator untuk tetap melakukan evaluasi dan pembinaan.

“Permohonan maaf itu hal yang berbeda. Kami tetap harus melakukan pembinaan agar hal seperti ini tidak terulang,” katanya.

TAGGED:KPID JatengXpose Uncensored Trans7
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Desa Tempur Jepara Tak Lagi Terisolasi, Penanganan Banjir Terus Berlanjut Selasa, 13 Jan 2026
  • Apple Gandeng Google, Gemini Disiapkan Jadi Fondasi AI di iPhone dan Siri Selasa, 13 Jan 2026
  • Program Demak Cerdas Perluas Akses Internet SMP Negeri, Perpustakaan Digital Jadi Fokus Selasa, 13 Jan 2026
  • Belum Naik, Harga Daging Sapi di Batang Masih Stabil Awal Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • 530 Hektare Lahan di Batang Bakal Ditanami Padi Biosalin Tahun Ini Selasa, 13 Jan 2026
  • Pemerintah Siap Ekspor Beras Awal 2026, Bulog Disiapkan Serap Panen Raya Selasa, 13 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari

Selasa, 13 Jan 2026
Jateng

Jepara Kucurkan Rp7,7 Miliar Alsintan untuk Petani, Dorong Produktivitas dan Ketahanan Pangan

Selasa, 13 Jan 2026
Jateng

Ratusan Siswa Grobogan Diduga Keracunan MBG, Pemprov Jateng Turun Tangan

Selasa, 13 Jan 2026
Daerah

Bus DAMRI Karimunjawa Jepara Resmi Beroperasi Tahun Ini, Tarif Rp7.000 Per Orang

Selasa, 13 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?