Ad imageAd image

WHO Tetapkan Kesepian Jadi Ancaman Kesehatan Serius dan Perlu Jadi Prioritas

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 878 Views
2 Min Read
Ilustrasi kesepian (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan kesepian sebagai ancaman kesehatan serius yang perlu diprioritaskan. Untuk itu, WHO meluncurkan Komisi Hubungan Sosial yang berfokus untuk mengatasi ancaman kesehatan akibat kesepian.

Komisi baru ini dipimpin oleh ahli bedah umum asal Amerika Serikat, dr Vivek Murthy, serta perwakilan Pemuda Uni Afrika, Chido Mpemba.

Selama tiga tahun ke depan, komisi ini akan fokus terhadap isu kesehatan mendesak yang berkaitan dengan dampak kesepian, mengkaji perkembangan ilmiah terbaru, serta merancang strategi guna membantu orang-orang agar bisa memperdalam hubungan sosial mereka.

BACA JUGA:   WHO Ungkap 15 Rumah Sakit di Gaza Berhenti Operasi Akibat Serangan dan Kurang Bahan Bakar

dr Murthy mengungkapkan kesepian adalah ‘ancaman kesehatan’ yang sering diabaikan, dan kini telah menjadi permasalahan global yang dialami banyak orang di seluruh dunia.

“Sejak lama, kesepian yang berada dalam bayang-bayang, tidak terlihat dan disepelekan, menjadi pendorong berbagai penyakit mental dan fisik,” ujar dr Murthy, dikutip dari CNN, Minggu (19/11/2023).

Lebih lanjut, ia menjelaskan minimnya koneksi sosial memiliki risiko kematian yang sama dengan kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol, sedentary life, obesitas, dan polusi udara.

“Diskoneksi sosial telah menjadi faktor utama yang mendorong maraknya krisis kesehatan mental seperti yang kita lihat saat sekarang ini,” ucap dr Murthy.

BACA JUGA:   WHO Cabut Status Darurat Global Cacar Monyet

Ia menambahkan kesepian dan isolasi sosial juga bisa menyebabkan gangguan kesehatan fisik. Sejak lama, kesepian dan isolasi sosial dikaitkan dengan gangguan fungsi imun dan masalah kardiovaskular seperti hipertensi, dan peningkatan risiko stroke hingga 30 persen.

Senada, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menuturkan kesepian dapat berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan.

“Tingginya tingkat isolasi sosial dan kesepian di seluruh dunia bisa menimbulkan konsekuensi serius terhadap kesehatan dan kesejahteraan. Orang-orang yang tidak memiliki hubungan sosial yang kuat memiliki risiko tinggi terkena stroke, ansietas, demensia, depresi, bunuh diri, dan lain sebagainya,” ungkap Ghebreyesus.

BACA JUGA:   Begini Laporan Kemenkes Terkait Penyakit Hepatitis Misterius

“Komisi baru WHO ini akan membantu menetapkan koneksi sosial sebagai prioritas kesehatan global dan membagikan langkah intervensi yang paling menjanjikan,” tandasnya.

Share this Article