Ad imageAd image

Waspada, Sudah Puluhan Orang di Demak Terjangkit DBD

Kartika Ayu
By Kartika Ayu 107 Views
2 Min Read
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Heri Winarno. (Foto : Demakkab.go.id)

INDORAYA – Masyarakat Kabupaten Demak, kini bukan hanya harus mewaspadai Covid-19, tetapi juga demam berdarah yang kian merebak. Pada Januari 2022 ini, sudah ada 25 kasus DB, yang tersebar di tujuh kecamatan, meliputi Mranggen, Demak, Karanganyar, Guntur, Karangawen, Sayung, dan Wedung.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Heri Winarno mengatakan 25 kasus tersebut lebih dari 2 kali lipat dibandingkan pada Desember 2021.

“Sekarang sudah naik menjadi 25 kasus di Januari ini. Untuk mengetahui pasien terjangkit DBD, diperlukan pengecekan trombosit secara berseri,” kata dia, seperti dirilis Demakkab.go.id.

BACA JUGA:   Pemerintah Diminta Tidak Abai Soal Optimalnya Penyediaan Data

Dengan adanya perkembangan penyebaran DB tersebut, dia meminta seluruh warga untuk waspada, sembari melakukan upaya pencegahan dengan melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk.

Warga diminta untuk rutin menguras tempat-tempat penampungan air, secara benar, yakni dengan menyikat dindingnya.

“Sering masyarakat kita menguras, tapi tidak disikat, hanya dibuang airnya, terus diisi lagi. Padahal kalau tidak disikat, di dinding-dinding bak atau dinding bejana itu masih menempel telur nyamuk. Walaupun sebelumnya sudah kering dalam tiga bulan, ketika kena air, akan jadi jentik lagi,” kata dia, seperti dirilis Demakkab.go.id.

BACA JUGA:   RSIA NU Cakra Medika Cepu Ditergetkan Soft Launching 23 April

Selanjutnya menutup tempat penampungan air lebih baik di tutup, barang bekas sering di sekitar rumah ada barang-barang yang bisa menampung air hujan harus di singkirkan.

Upaya dinas kesehatan untuk menekan angka kasus DBD salah satunya melakukan Sosialisasi langsung yang dilakukan oleh  puskesmas mulai dari petugas promotor atau petugas puskesmas juga ditayangkan di media untuk sosialisasi penanggulangan demam berdarah.

Dan ada gerakan satu rumah satu jumantik artinya juru pemantau jentik yang petugas yang melakukan pemeriksaan dan pemantauan serta pemberantasan jentik nyamuk. (IR)

BACA JUGA:   Heri Pudyatmoko Ajak Masyarakat Optimalkan Pangan Lokal untuk Turunkan Emisi Global
Share this Article