INDORAYA – Kepolisian mengimbau pengguna jalan yang melintas di Jalan Raya Kaligawe, Kota Semarang, Jawa Tengah untuk memanfaatkan jalur alternatif mulai 10 Januari hingga 10 Maret 2026. Imbauan ini disampaikan guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama pelaksanaan proyek peninggian jalan.
Proyek tersebut akan dilakukan di sepanjang Jalan Raya Kaligawe, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk. Oleh karena itu, pengendara dari arah Semarang menuju Demak diminta untuk tidak melintasi jalur utama selama pengerjaan berlangsung.
“Untuk menghindari kemacetan, pengendara dari arah Semarang ke Demak dapat melintas melalui jalur alternatif Pedurungan–Jalan Wolter Monginsidi–Genuk,” ujar Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).
Rismanto menjelaskan, pekerjaan peninggian jalan dilakukan di sepanjang ruas Jalan Kaligawe, tepatnya dari depan RSI Sultan Agung hingga simpang lampu lalu lintas Terboyo. Proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas dan keamanan infrastruktur jalan nasional yang selama ini kerap mengalami genangan air dan kerusakan.
“Pekerjaan peninggian Jalan Raya Kaligawe akan dimulai dari arah Semarang menuju Demak, tepatnya dari ujung Tol Kaligawe sampai Traffic Light Terboyo,” jelasnya.
Memgembalikan Fungsi Jalan Kaligawe
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.1 Provinsi Jawa Tengah, Awang Nofika menyampaikan, proyek tersebut dirancang untuk mengembalikan sekaligus mengoptimalkan fungsi vital Jalan Kaligawe sebagai jalur utama logistik dan transportasi.
“Selain itu untuk ketahanannya terhadap genangan dan beban lalu lintas,” kata Awang, Jumat (2/1/2026).
Sebagai tindak lanjut, proyek preservasi ruas strategis yang menghubungkan Kota Semarang dengan wilayah Demak, Trengguli, Jepara, hingga perbatasan Kabupaten Kudus akan segera dimulai.
“Perkerasan beton dilaksanakan pada periode Januari 2026 hingga April 2026,” ujarnya.
Khusus ruas Jalan Kaligawe KM 3+450 hingga KM 4+650 atau kawasan Terminal Terboyo, penanganan dilakukan melalui peninggian badan jalan.
“Dengan lapis fondasi agregat kelas A, AC-BC,” ucap Awang.
Ia menambahkan, penanganan darurat pascabanjir di Jalan Nasional Kaligawe sebelumnya telah dilakukan pada November 2025 melalui metode cold milling machine (CMM) guna menjaga fungsionalitas jalan dan keselamatan pengguna.
“Selanjutnya, hingga Desember 2025, dilakukan pemeliharaan rutin secara berkala untuk memastikan kondisi perkerasan tidak terjadi lubang pada badan jalan,” pungkasnya.


