Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Warga Ramai-ramai Tolak Tambang di Banyumas, Gubernur Luthfi Jawab Begini
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Warga Ramai-ramai Tolak Tambang di Banyumas, Gubernur Luthfi Jawab Begini

By Lu'luil Maknun
Jumat, 12 Des 2025
Share
3 Min Read
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi. (Lu'luil Maknun/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menanggapi ramainya penolakan warga terhadap aktivitas penambangan di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas.

Ia menegaskan, kegiatan tambang di wilayah tersebut telah mengantongi izin, sehingga tidak perlu dilakukan penertiban oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Prinsip selama itu tidak melanggar terkait dengan mineral batuan kita (tidak masalah). Kalau melanggar ya kita tertibkan,” ujar Luthfi saat ditemui di Stadion Jatidiri Semarang, Kamis (11/12/2025).

Selain penambangan pasir dan tanah di Gandatapa, aktivitas tambang batu granit di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, juga menjadi sorotan publik.

Luthfi mengungkapkan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menghentikan sementara operasional tambang tersebut untuk memperbaiki kaidah penambangan.

“Itu sudah ditindaklanjuti oleh Pemprov kita dan sudah dihentikan,” kata Luthfi.

Ia turut menyinggung maraknya video dan konten viral terkait tambang Banyumas. Menurutnya, masyarakat perlu melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi yang belum teruji.

“Kan banyak yang viral. Makanya saya minta tolong kalau viral itu cek re-cek, final cek terkait dengan kebenaran suatu berita. Jangan sampai kontraproduktif,” tegasnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kalau ada yang memviralkan dan kita akan menindaklanjuti dengan benar,” imbuh mantan Kapolda Jateng tersebut.

Persoalan tambang di Banyumas sebelumnya disampaikan langsung oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono kepada Gubernur Luthfi dalam Rapat Koordinasi Persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Semarang, Senin (8/12/2025).

Sadewo mengaku kesulitan menghadapi penolakan warga terhadap dua titik tambang: tambang batu granit di Baseh, Kedungbanteng serta tambang pasir dan tanah di Gandatapa, Baturaden. Ia menyebut sebagian tambang tersebut sebenarnya telah berizin.

“Kami dan ESDM Provinsi sudah memasang banner di situ ‘ditutup sementara’, jujur atas usulan saya. Karena kalau langsung ditutup, pasti penambangnya akan lari,” ungkap Sadewo terkait tambang Baseh.

Untuk tambang di Gandatapa, ia menyebut izin galian C sudah lengkap, namun warga tetap menolak karena aktivitas tambang dianggap mengganggu lingkungan.

“Penambangan pasir dan tanah di daerah Tapa ini juga bermasalah Pak. Kalau perizinan ada semua, bermasalah dengan masyarakat, didemo juga,” kata Sadewo.

“Ini yang pusing kami, Pak Gub, karena izin tambang galian C itu ada di ESDM Provinsi,” tambahnya.

Penolakan warga semakin mencuat setelah sebuah video berdurasi 20 detik menampilkan galian tambang cukup dalam di Desa Gandatapa viral di media sosial. Video itu menggambarkan lokasi tambang yang disebut berada di selatan lereng Gunung Slamet.

Salah satu unggahan bahkan menuliskan “Ini bukan di luar Pulau Jawa, ini ada di Jawa Tengah! Tepatnya di selatan lereng Gunung Slamet, di Desa Gandatapa, Sumbang, Banyumas. Tanah digali terus-menerus meninggalkan sebuah luka untuk alam.”

Aksi warganet pun menyerukan “Tolak semua tambang di kawasan Lereng Gunung Slamet! #SaveSlamet.”

TAGGED:aheadlineGubernur Jateng Ahmad LuthfiTambang Banyumas
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • 14 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di Jateng, Tampung 1.275 Siswa Miskin Selasa, 13 Jan 2026
  • Jembatan 45 Meter Bakal Dibangun, Jadi Akses Menuju Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Semarang Selasa, 13 Jan 2026
  • Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan Senin, 12 Jan 2026
  • DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan Senin, 12 Jan 2026
  • Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Terjang Puluhan Desa di Kudus, Ribuan Rumah Warga Rusak Senin, 12 Jan 2026
  • Banjir dan Longsor Putus Akses Jalan Desa Tempur Jepara, 3.522 Warga Terisolasi Senin, 12 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Ambisi Jateng Jadi Lumbung Pangan Nasional Terganggu Masifnya Alih Fungsi Lahan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

DLHK Jateng Bakal Gandeng Pabrik Semen Olah Sampah Jadi Energi Terbarukan

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Cuaca Ekstrem Mengintai Pantura Timur Jateng, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Senin, 12 Jan 2026
Jateng

Kuota Haji Jateng 2026 Naik Jadi 34.122, Jemaah Mulai Berangkat Bulan April

Senin, 12 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?