Ad imageAd image

Warga Digegerkan Pencuri Tali Pocong di Semarang, Ini Kata Polisi

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 896 Views
3 Min Read
Ilustrasi pocong (Istimewa)

INDORAYA – Masyarakat Kelurahan Kedu, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), digegerkan dengan kejadian pencurian tali pocong.

Hal itu diketahui setelah salah satu akun Instagram @infokejadian_genuk membagikan sebuah video yang menarasikan aksi penangkapan terhadap pencuri tali pocong di Kelurahan Kedu itu.

Dalam postingannya, kejadian tersebut diketahui terjadi pada Kamis (24/8/2023), sekitar pukul 22.00 WIB.

Usai diposting akun itu kemudian viral dan dibanjiri komentar dari warga net. Saat berita ini ditulis, diketahui postingan ini mendapatkan 944 suka dan 100 komentar.

Postingan tersebut menuliskan bahwa kejadian pencurian tali pocong ini diduga pelaku membongkar makam yang berada di Kelurahan Kedua. Diduga, pelaku melakukan hal mistis ini untuk urusan nomor, pesugihan, atau pelet.

BACA JUGA:   Pameran Wayang Nusantara di Museum Ranggawarsita Semarang Targetkan 7.000 Pengunjung

“Masih dugaan!!!! Pencurian tali pocong.
Berkaitan dengan nomor, pesugihan, atau pelet ini??? Diduga pelaku membongkar makam yang berada di Kelurahan Kudu,” tulis narasi pada akun @infokejadian_genuk, dikutip Indoraya, Jumat (25/8/2023).

Saat dikonfirmasi wartawan, Kanit Reskrim Polsek Genuk, Iptu Sajudin, menyatakan sebuah video yang diposting oleh salah satu akun di Instagram tersebut diketahui salah paham.

Ia menjelaskan bahwa yang ditulis itu mengira seorang tersebut mencuri. Padahal informasi pihaknya dapatkan, seseorang tersebut justru kelurga dari orang yang dikubut di situ.

BACA JUGA:   Orang Tua MG Korban Penganiayaan di PIP Semarang Diteror

“Yang meninggal itu kan meninggal Selasa Kliwon, menurut kepercayaan Jawa, Selasa Kliwon itu nanti tali pocongnya bisa dicuri sama orang istilahnya buat perdukunan lah. Nah karena keluarga takut dicuri, sehingga inisiatif untuk menjaganya dengan di seputaran malam itu dia lalu lalang segingga gak ada orang masuk ke kuburan itu,” kata Iptu Sajudin.

Menurut Sajudin, kesalahpahaman itu awalnya warga mengira ada orang yang berlalu lalang hendak mencuri tali pocong. Melihat hal itu, warga kemudian menangkap tanpa tahu permasalahan sebenarnya.

BACA JUGA:   Wali Kota Semarang Lakukan Groundbreaking, Taman Siranda Telan Dana Rp 2 Miliar¬†

Saat ditangkap, lantas warga langsung menyebarkan informasi ada dugaan pencurian tali pocong ke masyarakat.

“Terus ada orang lewat nah dikiranya kan orang mau curi tali pocongnya. Padahal kan, itu (orang) keluarganya yang jaga. Orang lewat itu kan nggak ngerti, terus diviralkan,” terangnya.

Meski dinyatakan kesalahpahaman, pihaknya tetap mencari informasi yang akurat terkait kejadian tersebut.

“Nanti kita informasi lebih lanjut untuk akuratnya,” pungkasnya.

Share this Article
Leave a comment