Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Wapim DPRD Jateng Dorong Peningkatan Kesejahteraan Guru demi Mutu Pendidikan
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Wapim DPRD Jateng Dorong Peningkatan Kesejahteraan Guru demi Mutu Pendidikan

By Ainun Nafisah
Selasa, 16 Des 2025
Share
3 Min Read
Heri Pudyatmoko, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah
SHARE

INDORAYA — Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Tengah dinilai tidak akan berjalan optimal tanpa diiringi dengan perhatian serius terhadap kesejahteraan guru.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menegaskan bahwa guru merupakan fondasi utama pendidikan, sehingga peningkatan mutu pembelajaran harus dimulai dari peningkatan kesejahteraan dan dukungan terhadap para pendidik.

Menurut Heri, selama ini diskursus pendidikan kerap terjebak pada soal kurikulum, metode belajar, atau infrastruktur sekolah. Akan tetapi melupakan faktor paling menentukan, yakni kondisi sosial dan ekonomi guru itu sendiri.

“Guru bukan sekadar pelaksana kurikulum. Mereka adalah pembentuk karakter, penanam nilai dan pendamping tumbuh kembang peserta didik. Kalau kesejahteraannya diabaikan, sulit berharap pendidikan bisa melahirkan manusia yang utuh,” ujar Heri.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan kesejahteraan antara guru ASN dan non-ASN, khususnya guru honorer di daerah pinggiran dan pedesaan. Banyak di antaranya yang harus menjalani pekerjaan tambahan demi memenuhi kebutuhan hidup, yang pada akhirnya berpengaruh pada fokus dan kualitas pengajaran.

“Tidak sedikit guru yang mengajar dengan dedikasi tinggi, tetapi hidup dalam ketidakpastian. Ini realitas yang harus dijawab negara dan pemerintah daerah,” tegasnya.

Ilustrasi: Kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah di Purworejo, Jawa Tengah.

Heri menilai, peningkatan kesejahteraan guru tidak semata berbicara soal gaji. Melainkan juga mencakup kepastian status kerja, akses pelatihan berkelanjutan, perlindungan sosial, serta lingkungan kerja yang sehat dan manusiawi.

“Guru yang sejahtera akan lebih tenang, kreatif, dan fokus mendampingi murid. Dari situ mutu pendidikan akan tumbuh secara alami, bukan karena tekanan target semata,” jelasnya.

Kemudian, Heri juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperkuat kebijakan afirmatif bagi guru, terutama di daerah tertinggal dan wilayah dengan tantangan geografis tinggi.

Menurutnya, pemerataan kualitas pendidikan hanya bisa tercapai jika para guru di seluruh wilayah mendapatkan perlakuan yang adil.

“Kalau kita ingin pendidikan maju secara merata, maka perhatian kepada guru tidak boleh terpusat di kota saja. Guru di desa, di pegunungan, di daerah terpencil, mereka justru memikul beban yang lebih berat,” kata Heri.

Lebih lanjut, Heri menekankan bahwa investasi pada kesejahteraan guru merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia. Pendidikan yang berkualitas, menurutnya, akan melahirkan generasi yang kritis, beretika dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

“Pendidikan bukan proyek lima tahunan. Ini investasi peradaban. Dan di jantung investasi itu, ada guru,” pungkasnya. [Adv]

TAGGED:Heri Pudyatmokokesejahteraan guruMutu Pendidikan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen

Sabtu, 07 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?