Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Wapim DPRD Jateng Dorong Hilirisasi dan Industri Lokal untuk Perluas Kesempatan Kerja
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Wapim DPRD Jateng Dorong Hilirisasi dan Industri Lokal untuk Perluas Kesempatan Kerja

By Ainun Nafisah
Selasa, 16 Des 2025
Share
3 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko.
SHARE

INDORAYA — Dalam upaya memperluas kesempatan kerja bagi penduduk usia produktif, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat strategi hilirisasi industri dan pembangunan industri lokal. Hal itu dilakukan sebagai pendorong pertumbuhan lapangan kerja di provinsi ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Jawa Tengah tetap tumbuh positif sepanjang 2025, tercatat mencapai 5,37 persen pada triwulan III-2025.

Pertumbuhan ini mendorong penyerapan tenaga kerja, dengan jumlah penduduk bekerja meningkat menjadi 21,30 juta orang. Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat mengalami penurunan menjadi 4,66 persen dibanding tahun sebelumnya.

Namun meskipun ada perbaikan, Heri menilai tantangan ketenagakerjaan tetap kompleks. Terutama terkait kemampuan industri lokal menyerap tenaga kerja dan memberikan pekerjaan layak bagi kelompok usia produktif.

“Hilirisasi industri bukan sekadar jargon. Ini soal membangun rantai nilai lokal yang kuat, sehingga produksi tidak hanya berhenti di hulu, tetapi sampai pada tahap pengolahan, pemasaran, dan ekspor—yang semuanya berpotensi membuka lapangan kerja nyata,” ujar Heri.

Heri menekankan bahwa industri pengolahan masih menjadi salah satu sektor utama penopang perekonomian Jawa Tengah, dengan kontribusi signifikan terhadap struktur ekonomi provinsi. Namun menurutnya, untuk menggenjot penyerapan tenaga kerja, diperlukan pengembangan hilirisasi yang berbasis pada potensi lokal seperti industri garmen, alas kaki, makanan olahan, hingga agroindustri.

Salah satu potensi nyata yang tengah tumbuh adalah rencana dibukanya sejumlah pabrik di wilayah Jawa Tengah. Menurut laporan, 27 pabrik baru di sektor garmen dan alas kaki direncanakan beroperasi di provinsi ini, yang diperkirakan mampu membuka lebih dari 130 ribu peluang kerja bagi masyarakat.

Menurut Heri, strategi pengembangan industri lokal harus didukung kebijakan yang mempermudah investasi, memperkuat fasilitas produksi, serta memberi insentif bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

“Kalau kita ingin kesempatan kerja bertambah nyata, kita perlu sistem yang memetakan potensi industri tiap daerah dan memadukannya dengan program pelatihan tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Heri juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, sektor swasta, serta lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi. Menurutnya, link and match antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja adalah kunci untuk memastikan lulusan sekolah, politeknik, atau pelatihan kerja dapat langsung terserap di pasar kerja.

“Pendidikan vokasi dan pelatihan kerja harus menjadi bagian dari strategi hilirisasi. Jangan sampai industri berkembang, tapi tenaga kerja lokal tidak siap,” katanya.

“Kesempatan kerja yang luas adalah kunci kestabilan sosial sekaligus daya saing ekonomi daerah. Hilirisasi dan penguatan industri lokal tidak hanya membuka lowongan pekerjaan, tetapi juga memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi kita,” pungkasnya. [Adv]

TAGGED:Heri Pudyatmoko
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen

Sabtu, 07 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?