Ad imageAd image

Wali Kota Semarang Minta Disbudpar Prioritaskan Pembangunan Sarpras Wisata

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 890 Views
3 Min Read
Inilah wisata Jembatan Kaca Tinjomoyo yang dibangun oleh Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang. (Foto: Pemkot Semarang)

INDORAYA – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang untuk memprioritaskan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras) tempat -tempat wisata pada 2024 ini.

Pasalnya selama ini, pihaknya hanya fokus pada event -event sebagai magnet untuk meningkatkan kunjungan wisata. Namun tahun ini, penanganan sarana prasarana tempat wisata akan berusaha diperhatikan.

“Saya minta tahun ini fokus sarpras, tidak hanya di lokasi wisata Tinjomoyo tapi juga Taman Lele, Goa Kreo, dan sebagainya,” kata Ita, sapaan akrabnya melalui keterangan resminya, Kamis (18/1/2024).

BACA JUGA:   PSIS Semarang Relakan Striker Carlos Fortes Pindah Klub Lain

Termasuk, kata Ita, melengkapi sarpras di Jembatan Kaca yang baru saja dibangun di Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

“Dari kajian yang ada, ternyata ditemukan permasalahan yang harus segera dilakukan pembenahan-pembenahan. Karena jembatan ini baru dibangun 3/4 saja,” bebernya.

Menurutnya, jembatan kaca tersebut belum memenuhi standar operasional (SOP), sehingga masih perlu banyak pembenahan.

“Jembatan ini masih 3/4 sehingga perlu dibangun 1/4nya lagi agar sampai ke seberang,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Ita juga meminta Disbudpar agar melengkapi tempat wisata tersebut dengan fasilitas tambahan seperti toilet, tempat istirahat, dan tempat tunggu, serta loker barang.

BACA JUGA:   Cerita Si Kembar Masuk Final Festival Dalang Cilik Semarang, Ternyata Kenal Wayang Sejak Usia 3 Tahun

“Masih perlu kajian dan planning mendalam, sehingga nyaman, aman, dan bisa memberikan kontribusi nantinya,” katanya .

Wali Kota perempuan pertama di Kota Semarang ini menegaskan, jika Jembatan Kaca Tinjomoyo belum bisa beroperasi pada 2024 ini.

“Kita fokus ke sarpras dan melengkapi fasilitas yang harus ada, sebelum membuka jembatan kaca Tinjomoyo,” paparnya.

Sebagai informasi, Jembatan Kaca Tinjomoyo dibangun oleh Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang. Proyek Jembatan Kaca Tinjomoyo menurut laman resmi semarangkota.go.id dibangun menggunakan APBD Kota Semarang senilai Rp 11.102.762.061.

BACA JUGA:   UPGRIS Resmi Kukuhkan Dua Guru Besar

Setelah sempat tertunda pembangunannya pada tahun 2021 lalu, karena adanya permasalahan pada kontraktor pengerjaan, pembangunan Jembatan Kaca Tinjomoyo akhirnya selesai dikerjakan pada akhir Desember tahun 2022. Namun hingga tahun 2024 ini, proyek tersebut belum diresmikan Pemkot Semarang.

Jembatan itu menggunakan lantai tempered laminated glass dengan beberapa segmen, yang per segmen 2,5 meter X 1,5 meter dengan tebal 61,56 milimeter. Sementara untuk bentang jembatan sepanjang 64 meter dan lebar 1,5 meter.

Share this Article
Leave a comment