Ad imageAd image

Wali Kota Semarang Keliling Pastikan Perayaan Imlek di Semarang Sesuai Prokes

Sigit H
By Sigit H 111 Views
3 Min Read
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat meninjau perayaan Imlek di sejumlah kelenteng di Kota Semarang, Selasa (1/2/2022).

INDORAYA – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memastikan perayaan Imlek 2573 di Ibu Kota Jawa Tengah berjalan sesuai protokol kesehatan (prokes). Hal itu disampaikan setelah Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu berkeliling ke sejumlah kelenteng, di antarang Kelenteng Tay Kak Sie, Kelenteng Tjie Lam Tjay, Kelenteng Grajen, dan Kelenteng Sam Poo Kong, Selasa (1/2/2022).

“Kami dengan teman-teman Forkopimda pagi ini berkeliling ke sejumlah kelenteng yang ada di Kota Semarang. Sama-sama kita memastikan situasi kelenteng berjalan dengan baik, kemudian jemaatnya juga bisa menjalankan ibadah dengan lancar, khidmat,” tutur Hendi bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpindan Daerah Kota Semarang.

BACA JUGA:   Tekan Angka Pengangguran, Heri Pudyatmoko Dorong Penyesuaian Pendidikan dengan Dunia Kerja

Tak hanya terkait penerapan prokes, Hendi dalam pantauannya juga mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan vaksinasi di salah satu kelenteng, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Imlek.

“Yang menarik bahwa di Tjie Lam Tjay ini ada kegiatan vaksin booster yang disiapkan kerja sama kelenteng dengan Dokkes-nya Polda Jateng. Ada 1.000 vaksin yang disiapkan,” terang Wali Kota Semarang tersebut.

Menurutnya, program vaksin booster yang dilaksanakan oleh berbagai komponen masyarakat menjadi sebuah kontribusi yang luar biasa untuk Kota Semarang. Pasalnya, Hendi menuturkan jika saat ini angka kasus Covid-19 di Kota Semarang mulai mengalami kenaikan.

BACA JUGA:   Gelar Event “Stay Health and Safe”, Mal Ciputra Targetkan 1.000 Kantong Darah

“Tapi kalau percepatan vaksin terus dilakukan, Insyaa-Allah persoalan Covid-19 ini bisa kita selesaikan dengan baik,” lanjutnya.

Tercatat, saat ini kasus Covid-19 di Kota Semarang sebanyak 68 orang. Perbandingannya, terang Hendi, lebih banyak yang dari dalam Kota Semarang, yaitu 48 orang, sedangkan 20 orang dari luar Kota Semarang.

“Tapi umumnya tingkat kesembuhannya juga cepat, seperti contoh yang kemarin 25 dari hasil tracing positif, tapi yang sembuh 11. Jadi yang sembuh maupun yang kena Covid-19 hari ini jumlahnya sama-sama berimbang,” ungkap wali kota.

Abai protokol kesehatan, menurut Hendi menjadi penyebab kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi di Kota Semarang, terutama masuknya dari para pelaku perjalanan. Beberapa contoh masyarakat yang terkena umumnya berasal dari luar kota atau dari perjalanan jauh.

BACA JUGA:   Bupati Hafidz Komitmen Perjuangkan Nasib Perawat Honorer di Rembang

“Jadi saya berharap masyarakat Semarang supaya tetap disiplin dalam prokes, kemudian juga menyempatkan waktu untuk segera melakukan percepatan vaksin baik V2 maupun booster,” harap Hendi.

Dirinya pun menghimbau masyarakat untuk tidak perlu risau dan tidak perlu galau tetapi tetap harus waspada. “Ini Covid-nya belum selesai, maka prokes dan vaksin menjadi sebuah upaya kita untuk bisa menyelesaikan persoalan Covid yang ada di Kota Semarang,” pungkasnya.(IR)

Share this Article