Ad imageAd image

Wakil Ketua DPRD Jateng Ingin Dunia Industri Jadi Ruang Pemberdayaan Kelompok Difabel

Panji Bumiputera
By Panji Bumiputera 935 Views
3 Min Read
Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko

INDORAYA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mendorong sektor industri dan dunia kerja menjadi ruang pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, kelompok difabel harus diberikan ruang untuk mengaktualisasikan diri.

Heri menegaskan, industri harus mampu menjadi wadah bagi mereka untuk menyalurkan komptensi dan keterampilan yang dimiliki. Sehingga melalui sektor ini penyandang disabilitas mendapatkan haknya hingga mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri.

“Kelompok difabel tidak boleh dipandang sebelah mata. Mereka juga memiliki hak mendapatkan pekerjaan. Maka keterampilan yang dimiliki harus bisa diwadahi agar mereka juga mampu memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri,” katanya.

BACA JUGA:   Heri Pudyatmoko: Persoalan Stunting Diharapkan Jadi Perhatian Serius Pemprov Jateng

Dia mengingatkan pemerintah dan pelaku industri untuk membuka akses serta menyerap tenaga kerja dari kelompok difabel. Ini sebagaimana amanat dalam Pasal 53 ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas.

“Di situ menyebutkan pemerintah, BUMN, atau BUMD wajib mempekerjakan paling sedikit dua persen penyandang disabilitas dari total jumlah pegawai. Sedangkan pihak swasta wajib mempekerjakan satu persen dari keseluruhan karyawan,” ungkap Heri.

Menurutnya, sejauh ini masih banyak instansi maupun perusahaan swasta yang tidak menjalankan UU tersebut dengan baik. Dia menilai masih ada diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Sehingga kelompok difabel kurang terakomodir dengan baik.

BACA JUGA:   16.910 Anak di Jateng Tidak Sekolah, Heri Pudyatmoko: Pemerintah Harus Lebih Serius

Lebih lanjut, dia juga mendorong pemerintah dan pihak swasta membekali kelompok difabel dengan pelatihan agar bisa menjadi tenaga kerja yang siap bersaing. Heri menilai pelatihan kerja untuk difabel menjadi salah satu langkah pemberdayaan.

“Misalnya pelatihan menjahit, membuat baju, memasak, maupun pelatihan lainnya. Ini bisa meningkatkan daya jual difabel agar mereka memiliki keterampilan yang diperhitungkan, sehingga siap masuk ke dalam dunia kerja,” beber Heri.

Selain itu, dia juga mendorong agar pemerintah rutin menggelar bursa kerja untuk mempertemukan pelaku industri dan para difabel. Upaya ini untuk memberikan pelayanan dan informasi seputar lowongan kerja, penyaluran, dan penempatan tenaga kerja.

BACA JUGA:   Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pengangkatan Bertahap Ribuan PPPK

Lebih jauh dia juga meminta agar UU Tentang Penyandang Disabilitas dapat diimplementasikan dengan baik di Jawa Tengah. Karena difabel atau kelompok berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pekerjaan agar hidup layak dan sejahtera.

“Di sini kami menekankan sejauh mana peran pemerintah dan industri dalam memberikan fasilitas pelatihan dan menyerap tenaga kerja sehingga sahabat difabel dapat hidup layak, berkualitas, dan sejahtera,” tandas Heri. [Adv-Indoraya]

Share this Article
Leave a comment