INDORAYA – Meski tembakau menyumbang pendapatan nasional sebesar lebih dari Rp 150 triliun per tahun. Namun kesejahteraan Petani tembakau masih menjadi PR bersama hingga saat ini.
Heri Pudyatmoko, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, atau yang sering disapa Heri Londo, menjelaskan bahwa bahan baku rokok yang menjadi pendapatan nasional tersebut tidak sebanding dengan kontribusinya pada pendapatan negara dari cukai.
Tidak hanya itu, khususnya pupuk murah juga masih sulit didapatkan para petani. “Ini sehingga para petani masih mengandalkan usaha pertanian lainnya selain dari tembakau,” ungkapnya.
Di salah satu dapailnya, yang menjadi pusat tembakau di Jawa Tengah yakni Kabupaten Temanggung, yang juga dijuluki sebagai Kota Tembakau, keadaan petani tembakau masih jauh dari kata sejahtera.
“Mereka tetap setia menjadi petani tembakau meski ada alternatif tanaman pertanian yang lain,” jelasnya.
Heri menambahkan ia sudah berusaha menyalurkan aspirasi terkait kendala yang dihadapi petani. Selain itu, ia juga terus mendorong pemerintah agar mengedepankan kesejahteraan petani tembakau khususnya di Wilayah Temanggung.
Di sisi yang lain, Heri Londo, politisi dari fraksi Gerindra itu sangat mengapresiasi warga yang sudah berani berinovasi dalam olahan hasil tembakau serta mampu menjualnya hingga ke mancanegara.
“Alhamdulillah, para Petani dan pemuda di Temanggung semakin melek teknologi. Saya sering menjumpai bahkan sudah dikenal dan dibeli dari Belanda dan Jerman, dan negara eropa lainnya,” ungkapnya.
Di kalangan masyarakat setempat, beredar mitos bahwa tembakau dapat membawa kesejahteraan yang tinggi bagi petani. Tembakau disebut pula “emas hijau”. Banyak yang melakukan ritual dalam proses penanaman serta pengolahan tembakau supaya hasilnya maksimal.
“Itulah alasan para Petani masih semangat hingga kini,” tandasnya. [Adv-Indoraya]


