Ad imageAd image

Waketum Gerindra: Prabowo Banyak Dikhianati Tapi Tetap Teguh Demi Kepentingan Bangsa

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 817 Views
2 Min Read
Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Sugiono menanggapi hasil polling Fahri Hamzah yang menunjukkan Prabowo Subianto sebagai capres yang paling sering dikhianati.

Meski banyak dikhianai, kata Sugiono, Ketumnya itu tidak pernah membalas perasaan pribadi.

“Seperti yang selalu dikatakan Pak Prabowo banyak yang mengkhianati beliau, banyak yang membohongi beliau tapi satu hal bahwa beliau tidak pernah mengkhianati siapapun,” kata Sugiono di Padepokan Garuda Yaksa, Kabupaten Bogor, Senin (1/5/2023).

Sugiono menyebut Prabowo selalu memegang teguh kepentingan bangsa. “Pesan beliau yang selalu kita pegang teguh adalah demi kepentingan bangsa dan negara tidak ada ruang untuk perasaan pribadi,” ucapnya.

BACA JUGA:   Rekapitulasi 31 Provinsi, Prabowo-Gibran Raih Lebih 74 Juta Suara

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelora Fahri Hamzah melakukan riset kecil dengan polling Twitter di akun resminya terkait capres yang paling banyak dikhianati. Hasil menunjukkan bahwa Prabowo Subianto lah yang paling sering dikhianati.

Di akun twitter reseminya @Fahrihamzah, dia menampilkan tiga inisial figur capres PS, GP, dan AB, dengan menyertai caption ‘Dari Figur di bawah ini, mana yg paling banyak dikhianati?’ pada Minggu (30/4/23).

Hasilnya, figur PS mendapatkan suara terbanyak 69,8 persen, diikuti figur AB dengan 23,8 persen, dan figur GP dengan 6,4 persen.

BACA JUGA:   Ganjar Dapat Dukungan Dari Santri DIY Untuk Maju di Pilpres 2024

Fahri Hamzah lantas menjelaskan terkait riset kecil dengan metode polling Twitter yang dilakukannya tersebut. Dia menjelaskan itu merupakan riset soal figur-figur yang terkait pengkhianatan.

“Itu riset kecil saya tentang apa yang dipikirkan netizen soal figur-figur itu terkait pengkhianatan. Karena dalam politik itu istilah pengkhianatan lumrah,” ujar Fahri Hamzah saat dihubungi, Senin (1/5/2023).

Share this Article