Ad imageAd image

Wajib Tahu! Dokter Aurelia Bagikan Cara Pencegahan Jamur Kulit atau Panu

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 786 Views
2 Min Read
Dokter Aurelia Stella Stephanie memberikan edukasi dan informasi terkait kesehatan. Salah satunya, dokter ini mengulas tentang penyakit panu. (Foto : Dokumen pribadi Dokter Aurelia)

INDORAYA – Dokter Aurelia Stella Stephanie memberikan edukasi dan informasi terkait kesehatan. Salah satunya, dokter ini mengulas tentang penyakit panu.

Dr Aulia mengatakan bahwa orang yang terkena panu ini akan timbul tanda bercak-bercak pada kulit.

Umumnya, menurutnya, akan timbul bercak-bercak berwarna lebih terang atau lebih lebih gelap dibandingkan dengan kulit di sekitarnya.

Aulia menjelaskan, penyakit panu kerap dikenal sebagai Tinea versicolor ini sering menyerang remaja dan orang tua.

“Timbulnya penyakit panu disebabkan oleh jamur Malassezia sp. Yaitu Pitryrosporum orbiculare dan Pitryrosporum ovale.¬† Kedua jamur ini merupakan flora normal pada kulit, tetapi dapat berubah karena kondisi lingkungan seperti cuaca panas, keringat berlebih, membab dan sistem kekebalan tubuh (imunitas) yang lemah,” terang dr Aurelia Stelle Stephanie, di Semarang, Kamis (8/2).

dr Aurelia sebagai seorang tenaga media (dokter) umum yang dinas di Jakarta, juga memberikan edukasi kepada masyarkat, terkait gejala dan pencegahan penyakit kulit Panu tersebut.

“Gejala utama penyakit panu adalah timbul bercak kulit yang disertai rasa gatal terutama bila berkeringat. Rasa gatal umumnya ringan atau tidak ada sama sekali. Panu paling sering mengenai bagian punggung dan dada, namun bisa ditemukan juga pada ketiak, lipat paha, lengan, tungkai atas, leher, dan wajah,” terangnya.

Lebih lanjut, dokter Aurelia membeberkan cara mencegah atau menghilangkan penyakit panu. Yakni di antaranya menghindari keringat berlebihan, pajanan sinar matahari, suhu ruang yang panas, dan lingkungan yang lembab, menggunakan pakaian yang longgar, berbahan katun, dan menyerap keringat  Mengganti pakaian secara rutin, serta tidak saling bertukar pakaian dan handuk.

“Biasanya penyakit panu ini tidak dapat hilang dengan sendirinya, sehingga segera konsultasikan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan yang paling penting, masyarakat harus tetap menjaga kesehatan agar terhindar dari Panu penyakit kulit tersebut,” papar dr Aurelia Stella Stephanie.

Share this Article
Leave a comment