Ad imageAd image

Waduh, Komisioner KPU Wonosobo Diduga Kondisikan PPK-PPS Menangkan Ganjar-Mahfud

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 93 Views
3 Min Read
Ilustrasi Pemilu 2024. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Oknum komisioner KPU Kabupaten Wonosobo diduga memiliki keberpihakan terhadap pasangan calon nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dengan mengkondisikan sejumlah Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS).

Dugaan ini muncul setelah Koalisi Masyarakat untuk Pemilu Bersih dan Berintegritas (Kompilasi) Wonosobo melaporkan dugaan pelanggaran pemilu 2024. Oknum Komisioner KPU Wonosobo diduga telah mengkondisikan PPK-PPS untuk memenangkan Ganjar-Mahfud.

Pada hari ini Senin (2/12/2024), Kompilasi Wonosobo datang ke Kantor Bawaslu setempat melaporkan dugaan pelanggaran ini. Dokumen bukti pelanggaran yang terdiri dari foto hasil tangkapan layar CCTV dan rekaman suara oknum juga diserahkan kepada Bawaslu.

BACA JUGA:   Pegawai Honorer Resmi Dihapus 2024, Bagaimana Nasib 16 Ribu Non-ASN di Jateng?

“Kami bawa sejumlah bukti. Bukti foto hasil temuan dan rekaman suara saat oknum tersebut menggerakkan PPK dan PPS untuk diarahkan pada salah satu pasangan calon (Paslon) tertentu,” ungkap Koordinator Kompilasi, Abdul Kholiq Arif, dilansir dari Suarabaru.id.

Dia menganggap, dugaan tindak pidana pemilu dan pelanggaran etik tersebut bermula ketika dirinya bersama tim Kompilasi menerima laporan dari masyarakat. Oknum KPU berinisial RR terlibat dalam pengondisian massa, bahkan telah dilakukan di 10 kecamatan di Wonosobo.

Adapun kecamatan yang terkonfirmasi disasar oleh RR meliputi Kecamatan Kejajar, Garung, Selomerto, Leksono, Sukoharjo, Kaliwiro, Wadaslintang, Watumalang, Kalibawang dan Kecamatan Sapuran.

“Yang tidak terkondisikan di kegiatan oknum KPU ada 5 kecamatan. Yaitu Kecamatan Mojotengah, Kertek, Kalikajar, Kepil, dan Kecamatan Wonosobo. Selebihnya, ada 10 kecamatan telah dikondisikan diajak untuk memilih Paslon tertentu,” beber Kholiq.

BACA JUGA:   Polisi Selidiki Pemicu Bus Terperosok ke Jurang di Wisata Guci Tegal

Lebih lanjut pihaknya meminta agar Bawaslu dapat menindaklanjuti laporan tersebut. Dirinya juga menyerahkan bukti foto dan rekaman percakapan dalam flashdisk, yang membuktikan bahwa pihak terlapor sudah menyalahi aturan sebagai penyelenggara.

Kholik menilai, temuan pelanggaran tersebut dianggap mencederai proses demokrasi menjelang Pemilu 2024. Penyelenggara pemilu yang seharusnya netral tapi malah melakukan upaya dukungan pada salah satu paslon Capres-Cawapres tertentu.

“Kita percaya Bawaslu orang baik dan akan menindaklanjuti laporan kami. Tidak ada alasan untuk tidak ditangani, karena pelanggaran yang dilakukan oleh internal Komisioner KPU Wonosobo sudah sangat mencederai demokrasi tanah air,” ujar mantan Bupati Wonosobo itu.

BACA JUGA:   Kunjungi Ponpes Al Hamidiyyah di Rembang, Menparekraf Minta Manfaatkan Teknologi Digital

Sementara itu, Ketua Bawaslu Wonosobo, Sarwanto Priadhi mengatakan, laporan organisasi masyarakat terkait pengkondisian massa untuk memenangkan salah satu kandidat tertentu ini akan segera ditindaklanjuti.

Pihaknya akan melakukan pengkajian bukti-bukti, kemudian segera menggelar rapat pleno dengan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah.

“Kita akan pelajari buktinya, kemudian nanti ada rapat pleno, nanti kita juga akan koordinasi dengan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. Apakah dugaan pelanggaran ini akan dijatuhi hukuman apa, silahkan dikawal,” tandas Sarwanto.

Share this Article
Leave a comment