Ad imageAd image

Usai Gagalkan Korupsi di Kemenhan, Dahnil Sebut Prabowo Dapat Serangan

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 700 Views
2 Min Read
Menhan Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sempat mengalami kesulitan saat menggagalkan dugaan korupsi di Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang nilainya hampir Rp 51 triliun. Bahkan, Dahnil mengatakan Prabowo mendapatkan serangan.

“Pasti ya (ada tantangan), jadi semua Pak Prabowo menghadapi kesulitan. Anda perhatikan di awal beliau jadi Menhan, serangannya itu luar biasa, jadi itu kerasa kok,” kata Dahnil di Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Sabtu (18/11/2023) malam.

Kendati demikian, Dahnil enggan mengungkap serangan apa saja yang diterima oleh Prabowo. Dahnil hanya mengatakan Prabowo sempat mengalami kesulitan mengungkap dugaan adanya penggelembungan proyek anggaran Kemhan sampai 1.000 persen.

BACA JUGA:   Relawan Samawi Deklarasikan Dukung Prabowo: Indonesia Butuh Pemimpin yang Tegas

Dahnil mengatakan Prabowo memiliki pengetahuan dan pemahaman terkait alutsista. Dia menuturkan Prabowo saat itu sempat memeriksa produksi alutsista dan ditemukan penggelembungan.

“Jadi suatu kesempatan mark upnya luar biasa, saya nggak perlu sebutkan apa ininya, Pak Prabowo mengutus orang ke produsen di luar negeri di suatu negara di Eropa, beliau mengutus orang di sana supaya menelisik, mencari detail kenapa bisa mahal seperti itu,” paparnya.

“Ternyata ditemukan ada kongkalikong dengan broker, ada pihak-pihak tertentu juga terlibat supaya harganya bisa di-mark up,” sambungnya.

BACA JUGA:   Bertemu dengan Prabowo Kemarin, Jokowi Beberkan Isinya

Usai mengetahui hal itu, kata Dahnil, Prabowo pun melibatkan BPK dan KPK untuk melakukan pencegahan. Meski begitu, Dahnil memastikan pada saat itu belum ada realisasi anggaran namun sudah ada dugaan penggelembungan di tahap proses perencanaan.

“Kan itu tadi tindakan yang dilakukan Pak Prabowo itu preventif, belum terjadi, belum ada realisasi anggaran, tapi ada dugaan mark up pada proses perencanaan. Nah maka Pak Prabowo melakukan tindakan preventif ya beliau menolak menandatangani, karena beliau tahu ini mark up,” tuturnya.

BACA JUGA:   Survei Indikator Head to Head: Prabowo Unggul Lawan Ganjar atau Anies
Share this Article
Leave a comment