Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Usaha Peternakan Kambing Jepara Sukses Hidupkan Ekonomi Warga
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Ekonomi

Usaha Peternakan Kambing Jepara Sukses Hidupkan Ekonomi Warga

By Redaksi Indoraya
Minggu, 01 Feb 2026
5 Views
Share
4 Min Read
Usaha peternakan kambing di Desa Plajan dan Suwawal Timur, Kabupaten Jepara. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

INDORAYA – Usaha peternakan kambing di Desa Plajan dan Suwawal Timur, Kabupaten Jepara, terus menunjukkan peran nyata dalam menggerakkan ekonomi masyarakat desa. Dari kandang-kandang kayu sederhana, para peternak membangun sumber penghasilan berbasis kambing Jawa Randu—jenis kambing yang dikenal tangguh, cepat tumbuh, dan menghasilkan daging dalam jumlah besar.

Bagi warga, ternak ini bukan sekadar komoditas, tetapi menjadi sumber penghidupan sekaligus penguat solidaritas antaranggota kelompok.

Ketua Kontak Tani Ternak (KTT) Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Hadi Purnomo, menjelaskan berbagai tantangan tetap dihadapi, terutama saat musim hujan ketika pakan menipis dan kesehatan ternak menurun. Harga jual yang fluktuatif juga kerap memengaruhi pendapatan.

Meski begitu, pendampingan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), PPL, hingga BPKH Jawa Tengah membuat kelompok peternak tetap bertahan dan berkembang.

Di kelompok ini, sistem pemerataan kesejahteraan diterapkan. Setiap anggota memelihara dua indukan, sementara hasil anakan sebagian dialokasikan untuk kas kelompok. Walau harga jual sedang melemah—anak kambing jantan usia empat bulan dihargai sekitar Rp1,5 juta dan betina kurang dari Rp500 ribu—perawatan tetap dilakukan disiplin melalui penggembalaan rutin, pakan teratur, kebersihan kandang, hingga penanganan kesehatan oleh dokter hewan Jepara saat dibutuhkan.

“Jawa Randu itu dagingnya banyak, harga lebih terjangkau dibanding PE (peranakan etawa) yang harganya mahal namun daging lebih sedikit,” ujar Hadi.

Selain hasil ternak, limbah kambing juga dimanfaatkan untuk menambah nilai ekonomi. Setiap anggota menyetor satu sak limbah per bulan untuk diolah menjadi pupuk organik yang dimanfaatkan kembali oleh petani desa.

Hal serupa disampaikan Ketua KTT Ayo Maju 2 di Suwawal Timur, Komari. Kelompoknya juga menghadapi kendala penyakit ternak seperti gatal, pilek, batuk, dan gangguan mata. Namun berkat pelatihan pembuatan silase, teknik perawatan, serta kemampuan penyuntikan mandiri, kelompok ini mampu merawat 332 ekor kambing Jawa Randu dan menjaga kas kelompok hingga Rp6 juta. Untuk menghadapi harga pasar yang turun, mereka mengandalkan pemasaran daring serta jaringan pengepul tetap.

“Kalau anjlok, harga juga ikut anjlok, jadi kita jual lewat online karena sudah ada pengepul,” tutur Komari.

Limbah ternak di Suwawal Timur juga diolah melalui fermentasi menggunakan disinfektan dan tetes tebu selama 21 hari hingga menjadi pupuk siap pakai. Siklus ini menghubungkan peternakan dengan pertanian desa, menciptakan sistem ekonomi berkelanjutan.

Kepala DKPP Kabupaten Jepara, Mudhofir, menegaskan pihaknya terus melakukan pembinaan mulai dari penguatan kelembagaan hingga pascapanen. Monitoring rutin dilakukan karena tantangan peternakan dapat muncul kapan saja.

“DKPP juga bersinergi dengan pemerintah pusat dan legislative, agar program benar-benar menyentuh kebutuhan peternak,” kata Mudhofir.

Di lapangan, standar teknis peternakan juga diterapkan, seperti tinggi kandang 80 cm, ukuran ideal 2×2 meter per ekor, pakan rumput gajah atau fermentasi daun singkong, serta perawatan berkala berupa obat cacing, vitamin, dan vaksin setiap enam bulan.

Mudhofir menilai, meskipun harga pasar naik turun, semangat peternak di Plajan dan Suwawal Timur tidak surut. Dengan pengelolaan yang tekun dan kerja sama kelompok, kandang-kandang sederhana di desa mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

TAGGED:Berita Jateng Terbaruberita Jepara terkiniKambing jawa randuUsaha kambing Jepara
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Tren Kantor Fleksibel Meningkat, Awannwork Tawarkan Ruang Premium hingga Rp436 Ribu per Meter Rabu, 11 Feb 2026
  • Dana TKD Dipangkas, Anggota DPD RI Ungkap Pengangkatan PPPK Bebani Pemerintah Daerah Rabu, 11 Feb 2026
  • Stok Bahan Pokok di Jateng Aman Jelang Labaran, Harga Tetap Stabil Rabu, 11 Feb 2026
  • Prihatin Nasib Guru Honorer, PGRI Jateng Kritik Pengangkatan 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi PPPK Rabu, 11 Feb 2026
  • Hampir 1 Bulan Hilang, Pendaki Bukit Mongkrang Gunung Lawu Ditemukan Meninggal Dunia Rabu, 11 Feb 2026
  • Hanyut di Sungai Sambong Batang, Nelayan Ditemukan Tewas Terapung di Tengah Laut Rabu, 11 Feb 2026
  • Nekat Kendarai Motor Saat Hujan Deras, Perempuan di Semarang Hanyut dan Hilang di Sungai Rabu, 11 Feb 2026

Berita Lainnya

Ekonomi

Kementerian Haji Usulkan Anggaran 2026 Rp3,1 Triliun untuk Persiapan Haji Tahun Depan 

Rabu, 11 Feb 2026
Ekonomi

Pemprov Jateng Susun Strategi Pelaksanaan APBD 2026, Fokus Efisiensi Belanja dan Optimalisasi Pendapatan

Selasa, 10 Feb 2026
Jateng

Ribuan Warga Tegal Terdampak Bencana Tanah Gerak, Relokasi ke Lahan Huntara Dikebut

Selasa, 10 Feb 2026
Ekonomi

Washington Post PHK 300 Jurnalis, CEO Will Lewis Mundur di Tengah Krisis Internal

Senin, 09 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?