INDORAYA – Fenomena urbanisasi di Provinsi Jawa Tengah yang terus menunjukkan tren peningkatan dengan populasi mencapai sekitar 38 juta jiwa pada 2025 menurut data BPS, dapat dijadikan peluang untuk reintegrasi sosial dan ekonomi masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko saat ditemui di Semarang.
Menurut Heri, urbanisasi sering kali dipandang sebagai ancaman karena menimbulkan kepadatan di kota-kota besar seperti Semarang dan sekitarnya. Namun, jika dikelola dengan baik, arus migrasi dari desa ke kota justru bisa menjadi momentum untuk memperkuat hubungan sosial dan ekonomi antarwilayah.
“Urbanisasi bukan hanya perpindahan fisik, tapi juga kesempatan untuk reintegrasi. Pendatang dari desa membawa potensi tenaga kerja dan budaya yang bisa menyegarkan dinamika kota, sementara remitansi yang dikirim kembali ke desa mendukung pembangunan lokal,” ujarnya.
Heri menyoroti bahwa di Jateng, migrasi internal ini selaras dengan isu strategis daerah seperti kesenjangan antarwilayah dan peningkatan kualitas SDM. Dengan koordinasi OPD terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa serta Dinas Sosial, urbanisasi bisa diarahkan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan inklusivitas.

Ia mencontohkan, program pemberdayaan desa harus terintegrasi dengan kebijakan kota. Misalnya melalui akses hunian layak, pelatihan kerja, dan pengakuan identitas sosial pendatang.
“Jangan biarkan urbanisasi memutus tali sosial antara desa dan kota. Sebaliknya, jadikan sebagai jembatan untuk pemerataan ekonomi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Heri juga mendorong rencana tata ruang yang sensitif terhadap migrasi, termasuk pengembangan kawasan permukiman inklusif dan kerjasama antarwilayah. Ini akan membantu mengatasi dampak negatif seperti permukiman kumuh sekaligus memanfaatkan potensi positif seperti peningkatan produktivitas tenaga kerja.
Heri juga menekankan peran DPRD dalam mengawal anggaran untuk program reintegrasi ini, agar selaras dengan RPJMD Provinsi Jawa Tengah.
“Dengan pengelolaan yang adil, urbanisasi akan menjadi fondasi masyarakat Jateng yang lebih dinamis dan sejahtera,” tegasnya. [Adv]


